Drama Musik Kolosal Jahiliyah Spektakular

Charlie van Houten

Tidak salah kalau ada yang bilang Drama Musik Kolosal Jahiliyah Spektakular seusai nonton pementasan dari KSPI (Komunitas Seni Pertunjukan Islam) di TBY Jogja, Malam Minggu 5 Oktober 2013. Mulai dari harga tiket, kostum para pemain, setting panggung sampai penampilan prima Charlie Van Houten di penghujung acara, semuanya spektakular.

Ada keraguan ketika akan membeli tiket pertunjukan ini. Harga tiket sebesar 500.000 cukup mahal untuk menonton sebuah pementasan Teater, tapi melihat pementasan malam ini, rasanya harga tiket sebesar itu masuk akal. Itu adalah harga yang harus dibayar sebagai ungkapan penghargaan kita pada para pekerja seni Jogjakarta yang tetap bersemangat meskipun begitu banyak tantangan selalu ada di depan mata.

Jahiliyah hari I

Jahiliyah hari I

Sedikit molor dari jadwal, akhirnya pintu gedung pertunjukan dibuka dan acara langsung dimulai. Penonton langsung disuguhi nuansa kemegahan panggung yangh didominasi oleh sebuah properti berupa otak manusia dalam ukuran super besar. Di belakang properti otak, duduk rapi para pemusik yang super lengkap, siap mengikuti perintah dari dirijen yang selalu fokus dalam mengiringi para penyanyi ataupun sekedar memberikan suara latar saat ada sebuah adegan yang harus diberi bantuan musik.

Waktu pementasan yang berlangsung sekitar 2 jam menjadi tidak terasa lama, karena ada sekitar 12 lagu yang dinyanyikan oleh para pemain dengan penuh penjiwaan. Seolah-olah penonton menyaksikan sebuah konser megah yang ada jalan ceritanya, atau menyaksikan secara langsung sebuah adegan dalam sebuah klip lagu.

Jahiliyah hari pertama

Jahiliyah hari pertama

Awal adegan memang terasa mengawang-awang, karena bahasa yang dipakai memang banyak mengandung simbol-simbol. Namun setelah beberapa menit menikmati pementasan ini, penonton sudah mulai merasakan “feel” nyawa dari pertunjukkan ini dan pertunjukkanpun jadi terasa mengalir.

Pendukung pementasan ini begitu banyak dan begitu beragam, sesuai embel-embel kolosal dalam pementasan ini. Terlihat banyaknya nama-nama baru dan berbaur dengan nama-nama lama yang sudah kondang di dunia teater atau dunia musik. Memang ada persyaratan yang berbeda antara pemain dalam pemnentasan teater ini dibanding pementasan teater yang biasa. Para aktor ataupun artis harus punya olah vocal yang memadai untuk berakting sambil menyanyikan beberapa lagu yang dituntut dalam naskah.

Jahiliyah hari pertama

Jahiliyah hari pertama

Tidak semua pemain bernyanyi, tapi beberapa pemain utama memang harus menguasai teknik vocal yang baik agar suara mereka sampai ke penonton. Beberapa aktor kadang terjebak dalam peran yang perlu berteriak dan mereka lupa bahwa mic yang menempel di kepala mereka cukup peka untuk menerima suara yang lembut. Akibatnya ada beberapa kalimat yang kadang tidak sampai ke penonton.

Judul pementasan JAHILIYAH memang cocok dengan isi dari pementasan ini. Sejak jaman nabi-nabi, kata JAHILIYAH memang sudah ada dan sudah membuat bumi menjadi gelap. Kalaulah akhirnya ada saat para pemuja setan merasa menang dan akhirnya juga merasa kalah, tapi sebenarnya itu adalah siklus JAHILIYAH yang tak pernah berhenti berputar.

Ada saatnya sang penyembah setan merasa nyaman menyiksa musuh-musuh mwereka, tapi ada kalanya mereka harus menyadari bahwa kepungan penentang setan sudah membuat semua langhkah mereka menjadi langkah kematian. Merekapun harus merelakan kematian menimpa mereka, tapi dengan catatan bahwa kejahatan tidak pernah mati. Sudah ada anak-anak cucu mereka yang akan lahir meneruskan perjuangan mereka membela setan.

Pertunjukan nyaris tanpa suasana humor, sampai akhirnya menjelang selesai, mulai terlihat beberapa humior menggelitik yang membuat penonton harus tersenyum simpul bahkan tertawa ringan. Pertunjukan semakin cair ketika Charlie van Houten muncul dari balik otak. Mantan vokalis band ST 12 ini membawakan lagu yang sangat pas dengan kondisi Indonesia. Didahului oleh permainan alat musik sebagai soloist dan kemudian dilanjutkan dengan nyanyian yang menggugah semangat ke Indonesiaan, Charlie sukses membuai penonton bertepuk tangan.

Jahiliyah hari pertama

Jahiliyah hari pertama

Pementasan ini memang sebuah pementasan yang lengkap. Mulai dari kemampuan akting yang harus prima, kekuatan fisik dalam olah jasmani yang juga harus prima dan kemampuan menyanyi yang memadai, maka terwujudlah sebuah kolaborasi yang enak dinikmati penonton.

Kelihatannya aku harus menonton mereka lagi untuk melihat seberapa tangtguh mereka dalam bermain teater. Apakah akan ada peningkatan pertunjukan atau pertunjukan akan sama persis anatra hari pertama dan hari ke dua. Minggu malam, 6 Oktober 2013 aku akan datang lagi ke TBY, Taman Budaya Jogjakarta. Kabarnya Charlie akan bernyanyi lebih banyak dibanding hari pertama.

Sampai bertemu Minggu malam di lokasi.

Charlie van Houten

Charlie van Houten

2 komentar

  • sangat menarik! pantas saja tiketnya mahal cocok sama pertunjukannya.

    btw yang lagi nyari rumah minimalis yg depannya langsung danau bisa nih ke sini, bagus banget http://www.citralakesawangan.com/?p=1405

    Suka

    • pertunjukan seni masih perlu dukungan sponsor mas, kalau hanya bergantung pada tiket pasti tidak nutup biaya produksinya

      salam sehati

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s