Nostalgia Kepala Kambing


Kepala kambing pernah suatu hari menjadi trending topik di keluargaku, mulai dari bapak sampai ke adik-adikku, seminggu sekali keluargaku suka ke penjual kikil kepala kambing dan kemudian memasaknya lagi di rumah bersama-sama.

Warung kikil kepala kambing yang dekat rumah kita, suasananya sangat akrab di warung itu dan itulah yang membuat kami sekeluarga betah, bagaimana tidak, begitu masuk warungnya, kita langsung berada di dapur masak warungnya, sehingga proses memasaknya bisa kita ikuti dengan seksama, langkah demi langkah.

Warung ini pernah menjadi legenda di masanya, mungkin mirip dengan baceman kepala kambing di seputaran pasar colombo Jakal Jogja.

Proses membelah kepala kambing, sampai proses memasaknya di atas wajan penggorengan sangat membakar rasa ingin tahu aku untuk segera mencicipinya. Saat sekarang ini bapak sudah meninggal dan demikian juga adik-adik sudah mendahuluiku, keinginanku untuk mengulang memasak baceman kepala kambing, kembali menyeruak, inilah nostalgia kepala kambing di keluarga kami yang sekarang jadi nostalgiaku sendirian.

Aku pun mencari info seputar resep baceman kepala kambing, kupilih yang sederhana dan tetapi nikmat, bumbu minimalis dan rasa maksimal, cara gampang dan hasilnya bintang lima. Tentu saja aku akan merasa lebih nyaman kalau berkonsultasi dengan yang lebih tahu, maklum baceman kikil kepala kambing ini beda dengan baceman tahu tempe yang sebagian orang menganggap terlalu manis, baceman kikil kepala kambing ini tidak terlalu manis dan ada juga bumbu pedasnya.

Aku pun membuat resep baceman kepala kambing yang sederhana tanpa nasi putih. Kupilih kepala kambing yang besar dan mulailah aku mencoba keampuhan panci presto. Jaman dulu ketika aku masih muda, aku akan mengerok rambut kepala kambing dengan cara merebus atau membakar kepala kambing, saat ini sudah menjadi lebih sederhana dengan adanya panci presto, semua jadi lebih mudah dan hasilnya lebih cepat selesai.

Setelah bulu-bulu kepala kambing sudah tidak ada di kepala kambing, aku menuangkan minyak zaitun di panci penggorengan, kenapa minyak zaitun ? Karena fungsi minyak zaitun atau madu memang sebagai pengganti minyak goreng atau kecap manis. Minyak zaitun dan madu adalah bahan-bahan alami yang baik untuk kesehatan. Minyak zaitun mengandung lemak tak jenuh tunggal yang dapat menurunkan kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik. Madu mengandung antioksidan, vitamin, dan mineral yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah infeksi, madu yang sedikit juga membuat rasa bacem tidak terlalu manis.

Tidak lupa juga kutambahkan bumbu seperti bawang merah, bawang putih, cabai, jahe, kunyit, plus irisan tomat atau jeruk nipis untuk merangsang aroma asam yang menyegarkan dan mengurangi bau amis dari daging kepala kambingnya.

Sore nanti juga kalau sempat aku akan mampir ke sate pak Dakir HOS Cokroaminoto, salah satu tempat sate dan tongseng kikil yang legendaris, hanya untuk membandingkan antara baceman buatanku dan tongseng kikil buatan koki pak Dakir apakah setara di lidahku?

Baceman kepala kambing

5 komentar

Tinggalkan Balasan ke Dedi Dwitagama Batalkan balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.