Haruskah beralih ke iPhone 6 ?

iPhone 6 dari situs Apple Indonesia

“Haruskah beralih ke iPhone 6 ?”, kataku ketika mendengar telah diluncurkannya ponsel canggih kebanggaan Apple ini. Berita peluncuran iPhone 6 ini bersamaan dengan berita mundurnya Ahok sebagai pejabat di kantor Gubernur DKI, sehingga gaungnya memang tidak begitu bergema.

Kamis pagi ini, 18 September 2014, berita burungnya ada acara perkenalan update iOS dari versi 7.xx ke versi 8.xx. Tentu ini suatu yang ditunggu-tunggu bagi mereka yang tetap setia dengan iPhone terdahulu. Harga yang mahal dan kapasitas batere yang kurang memadai masih membuat penggemar iPhone belum beralih ke versi iPhone terbaru.

Upgrade Apple iOS 8

Upgrade Apple iOS 8 1.92 GB

Beberapa hari lalu, di koran Tempo kubaca bahwa tahun 2014 ini di sepanjang kuartal ke dua, pengkapalan ponsel pintar mencapai peningkatan sekitar 25.xx %, tepatnya sampai akhir kuartal ke dua mencapai angka 301 juta unit. Dari jumlah itu, maka ponsel Android masih tetap menjadi raja dengan porsi sebesar 84.7 % dengan pertumbuhan sebesar 33.3 %.

Pada urutan ke dua Apple mencatat porsi sebesar 11.7 % dan kemudian disusul dengan Windows Phone sebesar 2.5 %. Dari pasar Android sebesar itu, maka ponsel Xiaomi mencatatkan angka pengkapalan produk sebesar 13 juta unit. Sebuah angka yang fantastis, karena angka itu sudah menyalip pertumbuhan Samsung di Tiongkok. Sifat sisop Android yang bebas dikembangkan oleh masing-masing vendor membuat Xiaomi dikenal sebagai produk Android yang “berbeda” karena ada kustomisasi khusus buat Android yang ditanam di ponsel ini.

Beberapa kalangan bahkan menyebut Xiaomi sebagai ponsel iPhone versi China. Kualitas ponsel yang masuk kelas premium dan harga yang sangat menantang murahnya menjadi daya tarik ponsel lokal China ini. Bahwa model dan bentuk Xiaomi mirip ponsel iPhone, kayaknya tidak mempengaruhi minat masyarakat untuk mulai memburu ponsel ini.

Kawanku yang berada di Beijing, mas Aris Herutomo, menyebutkan bahwa ponsel Xiaomi ini biasa-biasa saja di China, tapi di luar China kita tahu sendiri bahwa saat ini sedang dicari oleh para penggila gadget murah kualitas premium.

Lalu dimana posisi produk Apple ? Akankah dia terpuruk seperti produk blackberry yang dulu pernah sangat merajai pasar di Indonesia?

Angka penjualan produk Apple memang hanya sebesar 11 % dibanding angka 84 % penjualan produk Android, namun perlu diingat bahwa angka produk Apple itu hanya angka dari sebuah vendor besar. Sementara itu angka 84 % adalah angka dari kumpulan berbagai vendor termasuk yang sedang booming adalah vendor lokal yang mengemas produknya dengan mengutak-utik Android di ponsel mereka.

Xiaomi telah sukses membuat Android jadi bernuansa baru dan di negara asalnya sudah mampu mengalahkan produk Samsung yang merupakan vendor Android terbesar. Di India, Samsung juga sudah disalip oleh produk lokal Micromax. Dari sini terlihat bahwa bila diteruskan, maka produk lokal ini akan mengalahkan Samsung di negara masing-masing, sementara itu Apple tetap tegar dengan produknya yang stabil meski beberapa fitur ponselnya masih dinilai ketinggalan dibanding ponsel Android.

Tentu Apple berusaha mengalahkan ketenaran Android dengan memunculkan iOS 8 yang diklaim mampu “berbuat” lebih baik dibanding pendahulunya. Hari ini di Indonesia sedang ramai-ramainya para pengguna apple mengunduh iOS 8. Harapan mereka tentu sebuah terobosan baru ala Apple yang selalu menarik, tetapi sering dicibir oleh para pengguna Android. Tentu hal ini disebabkan hal-hal yang baru di iOS biasanya sudah ada di Android sejak lama.

Kelebihan Android memang pada kecanggihan fitur-fitur barunya dan kelebihan iOS adalah pada kestabilan sistem operasinya. Kalau mau mencari ponsel canggih memang kiblatnya boleh dikata mengarah pada versi Android, tetapi kalau menginginkan ponsel dengan kestabilan tinggi jawabannya adalah Apple iOS.

iPhone 6 dari situs Apple Indonesia

iPhone 6 dari situs Apple Indonesia

Beberapa kelebihan iPhone 6 dibanding pendahulunya antara lain adalah sebagai berikut :

1. Berjalan di jaringan 4G

2. Ukuran layar yang masih nyaman di genggaman satu tangan.

3. Peningkatan kualitas camera

4. Prosesor yang lebih mumpuni

5. Sistem operasi iOS 8 yang lebih stabil

6. Dual SIM (?)

Sedangkan kelemahan dari iPhone 6 adalah pengulangan dari kelemahan iPhone versi-versi sebelumnya, yaitu harga yang sangat mahal dan kapasitas batere yang sangat kecil. Jadi kalau kelemahan ini masih mengganggu anda, maka sebaiknya urungkan niat untuk membeli iPhone 6, cukup iPhone versi dahulu saja atau bahkan beralih ke Xiaomi, sebuah ponsel Android rasa Apple.

Yuk download iOS 8 saja untuk merasakan nuansa Apple terbaru.

Upgrade ke iOS 8

Upgrade ke iOS 8

+++

Artikel terkait : Akhirnya iPhone 6 resmi dijual di Indonesia.

7 komentar

  • wah mantap ni gan, top markotop

    Suka

    • Pembeli generasi pertama iPhone 6 ternyata lebih banyak dari pembeli iPhone generasi sebelumnya.
      Bahkan di beberapa tempat sempat terjadi perkelahian antar pengantre 🙂

      Salam sehati

      Suka

  • Ngeriiiiiiiiiii…. Untung aku ngga suka pakai iphone.. Dari dulu, klo dapet pasti tak wenehne anak2ku..hehehhee… Suk, diwenehi iphone 7 tho… Pasti tak wenehne anakku, klo pengin tau sebab’e japri ae mas…. Isin aku…. 😦

    Suka

    • Salam mas @Onny

      Ditunggu japrinya tuh.
      Pasti sangat menarik.

      Salam sehati.

      Suka

  • Mantap mas Eko

    Suka

    • Keputusan ada di tangan kita 🙂

      Salam sehati

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s