Menanam Pohon dan Membangun Solidaritas
Awalnya hanya main-main saja, meneruskan kebiasaan lama di KaRMaPIT, tapi makin mendekati hari ternyata makin serius menanganinya. Dimulai dari Subuh kita sudah bersiap-siap dan ternyata sudah ramai di lokasi pemberangkatan komunitas sepeda UGM, tidak hanya dari UGM dari non UGM juga benyak, yang UGNM sendiri yang aktif tidak semuanya datang, ternyata yang tidak aktif juga ikut datang. Mungkin karena ada tulisan #yarwe jadi pada tidak rikuh untuk ikut bersepeda bersama kelompok resmi yang ada.

Tujuan nge-PIT pagi memang agak berbeda, karena kita ingin menanam pohon (penghijauan) sambil menacari lokasi yang ada warungnya. Begitulah kita berangkat lebih siang dari biasanya dan komandan di depan, yang biasanya galak dan streng terhadap aturan, kini lebih santai.
“Di TKP nanti boleh tidak terlalu pagi, boleh lebih siangan sedikit, warungnya biar menyiapkan dagangannya dan uba-trapenya, sehingga kita datang tinggal JHOSSS!“, begitu komentar komandan yang di depan.
Dimulai dari Wisma Kagama, kita langsung menuju jalan Malioboro, jalan wajib bagi pelancong luar kota, biarpun macet tetap harus dilalui, kita berhenti di Titik Nol Yogyakarta, tepat di seberang BNI pusat. Para peserta langsung berkumpul sesuai rekan masing-masing, sebelum akhirnya dikumpulkan untuk foto bersama dan kemudian dipisah-pisah lagi untuk foto per kelompok kecil, dibatasi maksimal 10 orang, meskipun pada praktiknya tidak bisa pas 10, hampir semuanya lebih dari persepuluh.

Panitia pun menerima semua itu dengan senyum mengembang, kita tidak usah terlalu kaku dengan aturan yang berlaku, cukup menyesuaikan dengan situasi dan kondisi (sikon) yang terjadi. Semua win win solution, sema pihak tidak ada yang kalah, semuanya menang dengan prinsip masng-masing.

Lepas dari titik NOL, lanjut ke keraton Pakualaman, mampir untuk merasakan suasana yang lebih NJAWANI, meskipun kebanyakan dari kita tidak bisa masuk dengan pakaian olah raga kita, semuanya demi win-win solution, tetap membuat kita semua nyaman.
Perjalanan selanjutnya, kita menuju Kebon Empring Piyungan, daera wisata Yogyakarta yang ada warungnya dan ada kebun empringnya. Kita sudah membeli bibit pohon Pring dan kita serahkan pada pengelolanya untuk bisa lebih ramai acara dan penghijauannya. Semoga berkah buat semuanya, baik bagi pembeli Pring, pengelola kebon empring dan alam semesta.
Korlap yang biasanya paling depan dalam setiap acaara KaRMAPIT, kali ini memilih yang paling belakang, ternyata banyak pejabat yang ikutan paling belakang, sehingga sampai ke acara sedikit terlambat, untungnya pejabat yang berkepentingan dengan penanaman pohon sudah ada di depan, sehingga acara bisa tetap berjalan lancar.

Acra langsung menuju acara senam masal dan makan bersama, sesuai selera masng-masing. Semua langsung bertebaran, menuju warung yang bertebaran di sekitar arena panggung. Memesan, membawa makan yang disukai dan memilih meja masing-masing.
Setelah semua selesai menyantap makanan masing-masing, muailah dibuka acara pembagian DP (door prize). Hadiah utama DP sebenarnya sederhana saja, tapi suasana ceria yang melingkupi peserta membaut semua terasa sangat indah. Di akhir acara pembagian DP, muncullah nama peserta dari Teknik Sipil UGM angkatan 85, langsung peserta heboh, karena yang menyerahkan DP juga alumni Teknik Sipil 78.

“Ini bukan KKN ya, semua bisa melihat sendiri proses pemilihan DP, sesuai NILAI KaRMaPIT, JUJUR !”, kata komdandan acara Gus Mur.
Pemenang DP, pendaftar susulan yang ikut karena diajak terakhir, langsung berkomentar,”Kita adakan lagi acara semacam pada bulan September, pas kita ultah. Lebih meriah dan lebih jauh, tapi finisnya di dalam kota saja”.
Panitia langsung diajak berkolaborasi dengan KaTSgama 85, untuk menyukseskan acara itu, tentu saja panitia tidak berkeberatan untuk menjadi mitra kerja. Kita tunggu saja pengumuman dari KaRMaPIT, semoga lebih cepat diumumkan akan lebih baik, minimal bisa untuk persiapan membuat jersey baru yang khusus untuk acara, saat ini kita bebas memakai jersey apa pun.
Waktu makin siang dan cuaca sudah berubah lebih panas, meskipun tidak sepanas biasanya dan tidak sehujan biasanya, cukup tletik saja, semua akhirnya satu demi satu mulai dipamitkan ke kelompok masing-masing. Pagi yang cerah indah dan bermakna bagi kita semua.

Kita tunggu bersama-sama kegiatan yang akan datang.
