Gowes Borobudur

Gowes Jogja Borobudur pp

Gowes Borobudur bagi masyarakat goweser Jogja ataupun Jawa Tengah adalah rute gowes yang umum dijalani, meskipun tidak semuanya sempat menjelajah sampai ke pelosok-pelosok. Bagi penggemar MTB (Mountain Bike), maka gowes ke Borobudur pasti penuh tantangan yang meningkatkan adrenalin. Mereka bisa berangkat dari mana saja dan lewat mana saja, karena semua jalan adalah sorga bagi penggemar sepeda MTB.

Akan berbeda ketika sepeda yang kita naiki adalah sepeda jenis RB (Road bike), perlu rute khusus dengan jalan mulus agar perjalanan menjadi indah. Untuk itulah sebagai goweser Jogja akhirnya aku ditugaskan untuk mencari rute yang tetap menantang meskipun peserta adalah goweser dengan sepeda RB.

Teman-teman goweserpun ramai mengusulkan berbagai macam rute yang eornah mereka lewati yang menurut mereka cocok untuk sepeda RB dan dengan tantangan yang tidak kalah asyiknya dibanding rute sepeda MTB. Usulan rute yang sampai ke pesan masukku, antara lain adalah sebagai berikut :

1. Berangkat lewat jalan Wates dan setelah melewati Kali Progo belok ke kanan arah Kalibawang dan kemudian langsung ke Borobudur. Pulangnya lewat mana saja pasti menarik.

2. Berangkat lewat jalan Palagan, jadi dari Tugu ke arah simpang empat Monjali, Palagan, Rejodani, Krasak dan blusukan menuju ke Borobudur dengan jalan aspal.

3. Berangkat lewat jalan Godean, belok kanan di Minggiran dan langsung Kalibawang, lanjut Borobudur.

Tiga usulan itu menarik untuk ditelusuri. Usulan pertama, berangkat via jalan Wates pernah kualami beberapa minggu lalu ketika aku pagi-pagi sehabis subuh meluncur melewati jalan itu. Jalanan sepi dan sangat menantang untuk semua pesepeda RB. Pasti sangat menantang, tapi pasti rute akan bertambah jaraknya jika memutar melewati jalan Wates. Dari sisi jarak pasti rute berangkat akan lebih dari 45 km, minimal 50 km kalau melewati jalan itu.

Rute ke dua melewati jalan Palagan, juga sangat menarik. Sepanjang jalan akan terasa angin desa yang sejuk segar dan menyehatkan, karena memang kendaraan bermotor di pagi hari belum banyak yang melewati jalan itu. Akupun memberi catatan tersendiri dari rute menarik ini. Catatanku adalah jalan yang nyaman baik dipakai berangkat atupun untuk rute pulang.

Rute ke tiga melalui Godean juga menarik, karena jalan Godean di kala pagi hari memang masih sepi. Akan sangat berbeda saat sudah terang tanah sampai sore hari. Jalan ini akan mulai memacetkan diri šŸ™‚ Sepanjang jalan penuh dengan lalu lintas yang beradu cepat menuju kota jogja. Jadi kuberi catatan rute ini sebagai rute yang cocok untuk berangkat tapi tidak untuk pulang. Catatan ini mirip dengan catatan rute via jalan Wates, hanya cocok untuk berangkat.

Dari respon kawan-kawan goweser, nampaknya mereka menginginkan rute yang pulang pergi nyaman tapi harus ada tantangan di berangkatnya. Kucoba rangkum keinginan mereka menjadi sebuah catatan rute sebelum berangkat survey.

1. Jarak rute maksimal 90 km per hari, sehingga semua peserta pemula bisa merasakan “nikmatnya” gowes dan peserta expert tidak merasa terlalu ringan.

2. Rute berangkat dan rute pulang harus berbeda.

3. Harus ada variasi gowes, jangan hanya naik terus.

4. Harus melewati jalan yang segar udaranya, minimal seperempat jarak rute melewati lokasi itu.

5. Semangat audax harus disepakati semua anggota gowes,”Berangkat sama-sama, gowes sama-sama dan sampai sama-sama”, meskipun gowes kali ini bukan audax.

Dari rangkuman keinginan teman-teman di atas akupun berangkat survey ke Borobudur melewati jalan Godean menuju Nanggulan, belok kanan menuju Kalibawang lanjut Borobudur. Jaraknya pas 45 km di tempat sarapan ringan, yaitu di tempat 1.000 sepeda sewa Borobudur.

Pulangnya kuarahkan melalui jalan raya Magelang Jogja menuju ke Bronkos Karasak dan sarapan di lokasi itu. Warung Bronkos Krasak memang terkenal dan meskipun sudah poindah tetap dicari penggemarnya. Kelemahan lokasi warung ini adalah hanya enak menerima 20 orang saja. Lebih dari itu harus menggelar tikar di halaman warung, dengan catatan tikar bawa sendiri.

Dari Bronkos Krasak kuarahkan rute ke Pakem dan sampai di simpang Rejodani belok kiri menuju jalan Palagan, finish di Tugu Jogja. Pas bolak balik berjarak 90 km, sesuai permintaan para peserta gowes.

Ketika kusampaikan rute ini pada teman-temanku ternyata masih ada yang belum puas. Mereka sudah sangat puas dengan rute menantang Nanggulan Borobudur yang naik turun seperti saat mereka gowes di Belitung, tapi mereka merasa rute pulang melalui jalan raya adalah sesuatu yang harus dihindari.

Komplain ke dua adalah tentang warung Bronkos. Meskipun warung itu sangat legendaris, berdiri sejak tahun 1950, tapi jumlah kursinya tidak sebanding dengan jumlah pendaftar gowes yang sampai saat ini sudah lebih dari 40 goweser. Belum termasuk peserta di luar goweser. baik itu mekanik, istri goweser atau penggembira lainnya.

Gowes Jogja Borobudur pp

Gowes Jogja Borobudur pp

Akupun kembali melakukan survey ke Borobudur dan pulangnya mencoba blusukan. Ternyata memang lebih asyik kalau ruteĀ blusukan, tapi bagi peserta pemula pasti akan merasa berat. Jalan blusukan itu memang masih memerlukan energi ekstra untuk melewatinya, bahkan truk pasir yang menyalip saat nanjak saja harus gigi satu dan terseok-seok.

Kelihatannya rute yang disepakati adalah rute perdamaian, berangkat melalui Godean dengan rute menarik mulai dari Nanggulan ke Kalibawang (seperti gowes Belitung) dan kembali ke Jogja lewat jalan raya Magelang-Jogja.

Bismillah, semua peserta gowes 1 Muharram, Sabtu 26 Oktober, semoga sudah menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Kita ulangi kegembiraan di Belitung lagi.

Gowes Jogja Borobudur pp

Gowes Jogja Borobudur pp

7 komentar

  • Ping-balik: Sarapan Gowes | Blogger Goweser Jogja

  • Mas kalo jogja borobudur kita gowes kira kira berapa jam ya mas sampe tujuan?

    Suka

    • Salam mas @Santo

      Kecepatan rata-rata ambil saja 20 km/jam, maka perlu waktu sekitar 4,5 jam
      Istirahat 2 jam, jadi total, 6,5 jam sudah balik ke rumah

      salam sehati

      Suka

  • gimana carany bergabung mas…

    Suka

    • Bergabung dengan komunitas sepeda ?
      Tinggal ikuti acaranya saja, pasti diterima dengan tangan terbuka šŸ™‚

      Suka

  • wah mantep bener nih gowese, saya yang asli sekitar Borobudur belum pernah je muter-muter sepedaan……moga sukses!

    Suka

    • Salam.

      Monggo mas @Nanang kita gowes rame-rame šŸ™‚

      Salam sehati

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s