Siluet Sanur Bali

Hari Keanekaragaman Hayati Dunia

Tidak terasa hari ini ternyata adalah Hari Keanekaragaman Hayati Dunia. Mungkin memang tidak banyak yang merayakannya. Maklum ini bukan hari untuk hura-hura tapi hari kita untuk mengajak teman-teman menikmati sejenak keindahan ke anekaragaman hayati dunia, yang mungkin luput dari pengamatan kita.

Aku sendiri baru sadar kalau hari ini adalah Hari Keanekaragaman Hayati Dunia setelah menerima surat GreenPeace Indonesia. Sebagai mantan penggemar GreenPeace, aku rupanya masih dianggap anggota mereka dan selalu mendapat kiriman yang membuat aku harus berhenti melakukan segalanya untuk merenung. Sudah sejauh mana aku membuat Ibu Pertiwi bisa tersenyum sedikit lebih manis dan tidak malah menyebabkan air mata berlinang dari ibu pertiwi.

GreenPeace

GreenPeace

Kalau sudah begini, pasti aku jadi ingat dengan lagu yang sangat menyentuh ini.

Ibu Pertiwi.

kulihat ibu pertiwi
sedang bersusah hati
air matamu berlinang
mas intanmu terkenang

hutan gunung sawah lautan
simpanan kekayaan
kini ibu sedang susah
merintih dan berdoa

kulihat ibu pertiwi
kami datang berbakti
lihatlah putra-putrimu
menggembirakan ibu

ibu kami tetap cinta
putramu yang setia
menjaga harta pusaka
untuk nusa dan bangsa

Akupun jadi ingat bencana demi bencana yang terus melanda negeri kita tercinta. Ada yang murni bencana dan ada juga yang karena ulah manusia mengoyak-ngoyak Ibu pertiwi. Marilah kita mulai mengajak orang yang ada di sekeliling kita untuk lebih cinta bumi pertiwi, tempat darah kita tertumpah pertama kalinya.

Selamat Hari Keanekaragaman Hayati Dunia (International Day for Biological Diversity)

+++

Surat dari Green Peace

Hai Eshape,

Perjalanan kami bersama Rainbow Warrior sangat mengesankan!

Dan, menepati janji kunjungannya Sang Ksatria Pelangi telah menjadi saksi kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia. Pada pelayaran di Papua, tepatnya di Teluk Cendrawasih, kami bertemu dengan si cantik Rhincodon Typus, hiu paus legendaris yang menghuni perairan Papua.

Di Hari Keanekaragaman Hayati Dunia hari ini kami mengajak kamu semua untuk merayakannya bersama Sang Ksatria Pelangi dengan membuat sebuah komitmen sebagai warga Indonesia yang mencintai negerinya. Komitmen untuk menjaga dan melindungi keanekaragaman hayati negeri kita, menjaga laut dan menjadi pembela laut Indonesia!

Kini, setelah singgah di kota Jayapura dan Manokwari, Rainbow Warrior telah mengembangkan layar kembali saat ia meneruskan perjalanannya menuju Bali melalui Sorong dan Laut Flores. Sepasti angin yang membawanya mengarungi laut Indonesia, sepasti itu pula misinya untuk melindungi keanekaragaman hayati Bumi Indonesia dan di seluruh dunia.

Mari rayakan Hari Keanekaragaman Hayati (World Biodiversity Day) bersama Sang Ksatria Pelangi!

Salam Hijau Damai,

Longgena Ginting
Kepala Greenpeace Indonesia

PS. BAGIKAN di Facebook dan KICAUKAN di Twitter
Bersuara bagi bumi dengan memberi donasi, disini.

+++

Artikel terkait : Supporter GreenPeace, GreenPeace teruslah Istiqomah, Rayakan 10 tahun GreenPeace

S3 GAMA Gowes bareng menteri PU

Memilih rute Gowes

“Hari ini pak Joko yang memilih rute Gowes ya. Carikan yang menantang dan ‘maregi’ (bikin kenyang)”

“Jadi kemana kita ini? Ayo selak awan (keburu siang)!”

“Dari dulu kalau sudah bahas rute tidak pernah tuntas. Yuk budhal wae (ayo berangkat saja)!”

Dialog semacam itu sering muncul di komunitas sepedaku. Dialog segar dan memancing jawaban dari orang lain, selalu mewarnai obrolan sebelum acara gowes dimulai. Saat tour ke Bali beberapa bulan lalu, kita harus beberapa kali melakukan rapat khusus untuk membahas rute yang mau diambil saat sudah sampai di pulau dewata Bali. Setiap kali rapat selalu ditemukan rute baru yang lebih menarik, sehingga hasil rapat yang lalu jadi tidak dipakai lagi.

Beda dengan komunitas sepeda di tempat lain. Mereka jauh hari sudah menetapkan rute untuk acara gowes yang akan datang. Kumpul di mana, jam berapa, arahnya kemana, semua sudah dipahami anggotanya, sehingga yang terlambat bisa nyusul di tengah jalan. Memang bisa timbul masalah jika rute yang sudah disepakati mendadak dirubah pada saat menjelang keberangkatan, tapi hal ini kelihatannya jarang terjadi pada komunitas yang sudah matang.

Di komunitas sepeda yang lain yang kuikuti di Jakarta. Penentuan rute didasarkan pada peserta yang hadir di tempat berkumpul. Jika tidak ada cewek, maka biasanya rutenya lebih jauh dibanding kalau ada peserta cewek. Rute akan semakin jauh kalau ternyata yang datang adalah mereka yang sudah terbiasa melahap lintasan jauh. Waktu tempuh memang sangat mempengaruhi pengambilan keputusan untuk memilih rute gowes. Selalu diusahakan agar bisa sarapan jam 06.30 pagi dan mandi sebelum jam 08.00.

Memilih rute gowes saat hari kerja bukan wiken memang harus ketat soal waktu. Makin kesiangan, polusi akan makin mengganggu kelancaran sepedaan. Selalu diusahakan melewati lokasi taman hijau untuk menikmati oksigen yang belum terlalu terkena polusi. Biasanya dari Cawang rute terjauh adalah pasar Senen, melewati DI Panjaitan, sampai Senen dan lanjut ke arah Kampung Melayu (Otista) dan menuju Cawang. Rute terpendek adalah Cawang - Jatinegara dengan jarak tempuh sekitar 12 km (plus muter-muter di Taman Simanjuntak).

Bagus Abdurrahman di Asean Blogger

Bagus Abdurrahman di Asean Blogger

Pada dasarnya memilih rute gowes sebaiknya didasarkan pada beberapa kriteria :

1. Jumlah peserta

2. Ketahanan bersepeda dari peserta.

3. Tujuan utama gowes.

S3 GAMA Gowes bareng menteri PU

S3 GAMA Gowes bareng menteri PU

Banyaknya peserta gowes akan mempengaruhi kebersamaan dalam gowes. Makin banyak peserta, akan makin lambat waktu tempuhnya dan perlu kesabaran dari pemimpin rombongan di depan agar tidak terlalu jauh meninggalkan peserta gowes yang ada di belakang. Ada yang bilang untuk sepuluh pesepeda sebaiknya dijaga oleh satu pesepeda yang lebih berpengalaman, ada yang bilang satu pesepeda senior bisa mengawasi sampai 20 orang. Mungkin ada yang lebih tahu soal ini dan bisa berbagi ilmunya di kolom komentar.

Intinya, saat bersepeda dengan peserta di atas 30 orang, sebaiknya ditunjuk salah satu orang yang akan bertindak sebagai pepimpin rombongan. Posisinya selalu ada di depan dan tidak boleh ada yang mendahuluinya, siapapun dia. Sebaliknya harus juga ditunjuk tim penjaring yang tugasnya menolong peserta gowes yang mendapat halangan dalam bersepeda. Bisa karena ban bocor, mengalami kecelakaan (jatuh, terserempet kendaraan lain, dll) atau karena kecapekan. Tim penjaring ini harus dilengkapi perlengakpan yang memadai, terutama perlengkapan firs aid (P3K) dan dilarang mendahului peserta gowes.

Di antara pemimpin rombongan dan tim penjaring harus ada beberapa pesepeda yang selalu naik turun untuk membantu pesepeda lain yang mengalami kesulitan, baik karena masalah teknis maupun non teknis. Tugas tim ini menjaga agar semua pesepeda dapat mengikuti rute dengan baik, tidak tersesat kemana-mana dan tetap ada dalam rombongan. Tim ini akan memberi masukan pada pemimpin rombongan bila dirasa peserta gowes ada yang sudah tertinggal terlalu jauh, atau membiarkan pemimpin rombongan terus melaju karena semua anggota gowes dalam posisi yang rapi.

Ketahanan bersepeda dari masing-masing peserta biasanya berbeda-beda. Ada yang baru sebentar sudah tidak tahan untuk gowes dan ada juga yang sangat perkasa meskipun sudah bersepeda beberapa kilo meter. Ada juga yang masih kuat mengayuh pedal sepeda tetapi pantatnya sudah panas karena sadelnya tidak cocok atau karena sadelnya terlalu keras dan dia tidak memakai celana khusus sepeda. Bagi yang tidak memakai celan asepeda sebaikny adisarankan memakai penutup sadel khusus, tetapi bila memakai penutup sadel khusus (dari gel) dan memakai juga celana sepeda khusus, maka biasanya sadelnya terasa tidak nyaman karena penutup sadelnyanya terasa tidak stabil.

Pilihlah rute sesuai peserta yang paling tidak tahan jauh, jangan berdasar yang paling tahan jauh. Ini hal sederhana tapi sering dilupakan, sehingga ada peserta yang memaksakan diri di atas kemampuannya. Akibatnya sampai di rumah dia akan kecapaian dan mungkin akan kapok sepedaan lagi.

Di komunitas S3 Gama, khusus hari Sabtu selalu memilih rute gowes di atas 40 km. Bisa dari Jogja ke Borobudur, Jogja-Merapi, Jogja-Patuk dan rute lain yang kadang sampai 80 km sehari. Khusus hari minggu S3 Gama akan memilih rute gowes dalam kota dan lebih banyak nuansa kulinernya daripada nuansa gowesnya. Rute pendek ini biasanya disebut rute kurcaci dengan jarak di bawah 40 km dan biasanya sekitar 20-30 km.

Perlu juga disepakati tujuan utama gowes. Apkah untuk prestasi atau hanya sekedar fun atau yang penting sehat. Untuk yang suka tantangan, maka biasanya mereka memilih komunitas DH (Down Hill) yang harus melalui pelatihan khusus atau minimal memerlukan jam terbang dan nyali yang beda dibanding bersepeda di kota. Sepeda mereka juga beda dengan sepeda kota.

Bila bersepeda tujuannya adalah untuk bercengkerama dengan kawan lama atau sekedar melepaskan pikiran yang penat selama hari kerja, maka rute tidak perlu jauh. Secukupnya saja, yang penting di atas 30 menit. Jarak tempuh bisa antara 10 km sampai 20 km.

Jadi siapkah sepeda anda untuk mengikuti rute komunitas gowes anda? Silahkan bertanya pada diri anda sendiri. Salam sehati.

Cervelo seberat kurang dari 10 kg

Cervelo seberat kurang dari 10 kg

+++

Sumber gambar dari FB Mas Bagus Gowes yang baru saja menempuh 600 km Jogja-Bromo dan dari komunitas S3Gama.

Dilarang menyeberang, Berbahaya !

Tiket Kereta Api Lebaran

Pusing jadinya ketika nyari tiket kereta api lebaran dan ternyata sudah habis. H-10 sampai H-1 sudah ludes tiket kelas ekonomi, sedangkan kelas eksekutif masih tersisa untuk H-1 saja. Kondisi staisun Gambir di minggu-minggu kemarin saat H-90, sangat padat dan penuh sesak dengan mereka yang mulai mencari tiket KA lebaran.

Bahkan sebulan lalu aku sudah menjumpai beberapa orang yang mulai berkerumun di dekat pintu masuk stasiun Gambir. Mereka menawarkan tiket ke Jogja, padahal seharusnya sudah tidak ada lagi praktek calo tiket sejak diberlakukannya tiket online. Pada kenyataannya, tiket online begitu cepat habis dan begitu banyak orang yang menawarkan keberadaan tiket untuk jurusan tertentu. Bahkan aku sempat melihat transaksi tiket antara dua penumpang. Yang satu kelihatannya tidak jadi berangkat dan yang satunya sudah kehabisan tiket tapi nekad datang ke stasiun, Go Show !

Bila mengikuti peraturan yang berlaku, maka mestinya tidak terjadi jual beli tiket beberapa menit sebelum kereta berangkat. KTP pembeli tidak akan sama dengan KTP penjual, tapi nyatanya transaksi berjalan mulus dan pembeli tiket bukan atas namanya itu bisa naik kereta api dengan aman.

Lalu apa gunanya penjaga di pintu depan? Bukankah tugasnya mencocokkan antara nama di tiket, nama di KTP dan wajah penumpang yang membawa tiket. Bila ada ketidak samaan data, maka akibatnya tiket jadi hangus. Nyatanya tiket tidak hangus. Opo tumon?

Dengar-dengar harga tiket Jogja Jakarta bisa mencapai 600 ribu yang paling murah saat dibeli lewat calo. Berita ini belum tentu benar, tapi kalau melihat penuhnya antri pembelian tiket, bisa jadi harga itu tetap akan terbeli oleh mereka yang harus berada di Jakarta pada hari Senin pagi.

Hari ini aku iseng mencari tiket untuk istri yang mau ke Jogja, ternyata tiket online hanya bisa dilakukan 2×24 jam sebelum hari H, artinya pupus sudah niatan untuk beli tiket online. Kulanjutkan isengku dengan memesan tiket untuk tanggal 5 Juni 2013 yang kutahu sudah habis. Aku search beberapa situs jual beli tiket online.

Ternyata aku berhasil membeli tiket di situs tiket.com

Wow keren banget situs ini. Pembayaran bisa memakai kartu kredit, atau pakai Klik BCA. Akupun memutuskan membayar memakai kartu kredit dan mereka memberikan cara pembayaran yang rapi. Akhirnya aku mendaftar sebagai member tiket.com. Semoga ke depan situs ini bisa kumanfaatkan untuk membeli tiket secara rutin.

Silahkan simak iklan dari situs ini.

+++

Mudik Asyik Lebaran Nyaman

Mudik Asyik Lebaran Nyaman

 

AVAILABLE NOW!! Tiket Kereta Api Mudik Lebaran..

Mudik Asyik, Lebaran Nyaman, Tiket Kereta Api Tanpa Antri Hanya di Tiket.com
Tiket.com hadir untuk mempersembahkan pelayanan pemesanan tiket kereta api online dengan langkah mudah, bebas antri, bebas pilih kursi, serta dilengkapi dengan berbagai macam cara pembayaran. Anda dapat melakukan pemesanan untuk 90 hari kedepan.

Anda bisa langsung melakukan pemesanan melalui web kami http://www.tiket.com/train atau juga bisa melalui mobile di http://m.tiket.com/train

Untuk informasi cara pemesanan anda bisa mengakses http://faq.tiket.com/

Selamat Mudik Lebaran!!

Kereta api yang gagah dan manis

Kereta api yang gagah dan manis

Giant Via_2_W

Memilih Sepeda Wanita

Memilih sepeda wanita ternyata tidak gampang. Maklum, model sepeda untuk Wanita ternyata sangat terbatas. Setelah tanya sana-sini dan belum juga puas, akhirnya berselancar di internet dan tanya ke mbah Gugel. Semakin lama mencari di internet, hasilnya bukan semakin mudah memilih, tetapi justru makin sulit menentukan sepeda wanita yang paling pas. Banyak sekali model sepeda yang terpampang dari berbagai situs. Akhirnya kupersempit pada merk tertentu saja dan inilah beberapa hasil yang kusortir dari hasil pencarian sepeda wanita.

Dari situs Roda Link :

Polygon SIERRA DELUXE 3 (2013 Series)

Price :
Rp. 3.575.000

MODEL NAME SIERRA DELUXE 3
MODEL CATEGORY CITYBIKE 700C-SHIMANO NEXUS INTER3
SIZE 43
COLOR WHITE
FRAME 700C ALUTECH FRAME W/PRESSFIT HEAD SET
FORK 700C ALUTECH FORK W/ INTEGERATED CROWN
REAR SHOCK NIL
   
HANDLEBAR ALLOY
STEM TRANZ-X ALLOY STEM
HEADSET CAGED BALL BEARING
SADDLE SELLE ROYAL RIO PLUS
SEATPOST TRANZ-X ALLOY SEATPOST
CRANKSET PROWHEEL 3/32”X38T 170MM
PEDAL ALLOY PEDAL
BOTTOM BRACKET CATRIDGE BEARING BB
CHAIN KMC Z-610RB
CASSETTE SPROCKET SHIMANO ASMGEAR16SP 1SP
FRONT DERAILLEUR NIL
REAR DERAILLEUR NIL
SHIFTING LEVER SHIMANO SL3S-41
BRAKE LEVER TEKTRO
FRONT BRAKE TEKTRO V-BRAKE
REAR BRAKE TEKTRO V-BRAKE
ROTOR -
   
TYRE SCHWALBE CITIZEN 700X40C
RIM RIGIDA DOUBLE WALL
SPOKES STAINLESS STEEL
FRONT HUB SHIMANO DYNAMO HUB ADH2N35DS
REAR HUB SHIMANO SG3R40 W/ROLLER BRAKE
WHEELSET NIL

Dari Situs Giant

Giant Via_2_W

Giant Via_2_W

FRAME

Sizes XS, S, M
Colors Light Green/White
Frame 4130 Butted Chromoly
Fork 4130 Butted Chromoly
Shock N/A

COMPONENTS

Handlebar Alloy, Mid Rise and Sweep, 25.4
Stem Alloy Quill
Seatpost Alloy, 27.2
Saddle Via, SuperSoft Foam
Pedals Nylon/Anti-Slip Comfort Platform

DRIVETRAIN

Shifters SRAM X4
Front Derailleur N/A
Rear Derailleur SRAM X4
Brakes Alloy, Dual Pivot
Brake Levers Alloy, 3-Finger
Cassette SRAM PG820 11×32, 8-Speed
Chain KMC Z72, Nickel Plated
Crankset Alloy 3-Piece, 44T
Bottom Bracket Sealed Cartridge

WHEELS

Rims GX-02 Giant Alloy, Double Wall
Hubs Alloy Sealed, 32h
Spokes Stainless Steel
Tires Giant SR-3 AC 700×32

Sayang harga sepeda merk Giant ini belum ketemu.

Beberapa sepeda wanita dari merk lain terlihat masih sangat maskulin, sehingga susah membedakan sepeda wanita dan sepeda pria kalau hanya dari ujud luarnya saja. Bagi beberapa temanku malah tidak mempersoalkan antara sepeda wanita dan sepeda pria, mereka menganggap dua sepeda itu sama saja. Sama-sama bisa menghasilkan keringat dan kesehatan.

Jadi saat diminta untuk mempersiapkan sepeda bagi seorang ibu yang tidak kukenal, maka aku harus banyak mencari informasi. Jika ibu tersebut sama dengan teman-teman wanitaku yang hobi bersepeda, maka sepeda apapun tidak akan jadi masalah. Yang penting rodanya bulat, ada remnya dan ada sadelnya. Akan tetapi kalau ibu tersebut jarang bersepeda dan menganggap yang namanya sepeda wanita adalah sepeda yang memakai keranjang di depan, maka pilihan bisa jatuh ke sepeda Polygon Sierra White Blue.

Polygon Sierra White Blue

Polygon Sierra merupakan urban city bike dengan frame Hi-Ten CTB. Sepeda Polygon ini menggunakan fork Hi-Ten, Shimano Tourney 6SP, serta Alloy V-Brake. Sierra cocok digunakan untuk orang dengan tinggi badan 160 – 175 cm. Harganya standard 1.450.000.

JAdi pilihan bisa menjadi nyaman kalau kita tahu siap yang akan memakai sepeda ini dan bagaimana dia berpendapat tentang sepeda. Kalau pengetahuan kita buta terhadap sepeda apa yang dia inginkan, maka pilihan akan sepeda Polygon Sierra ini bisa jadi merupakan pilihan yang tepat.

Semoga.

Gowes Minggu 12 Mei 2013

Gowes Guyub 12 Mei 2013

Memilih Rute Gowes dari beberapa komunitas yang aku tahu ternyata berbeda-beda. Ada yang sejak lama sudah ditetapkan rute yang akan ditempuh pada hari yang sudah jauh hari disepakati. Ada juga yang penentuan rute dilakukan tepat saat mau berangkat gowes. Saat pak Menteri PU, Pak Djoko Kirmanto, dijadwalkan untuk mengikuti acara gowes pagi di UGM Jogjakarta, maka bagian penanggung jawab rute gowes sudah melakukan gambaran kasar rute yang akan diambil.

“Dari Kampus Teknik Sipil UGM, langsung menuju ring road utara dan kemudian berbelok ke kiri, lewat Jalan Kabupaten mengarah ke selatan. Rute akan memotong jalan Godean dan terus lurus ke selatan dan memotong rel kereta api sambil melewati perkampungan di sekitar jalan Wates. Setelah sampai di jalan Wates langsung belok kiri ke arah timur dan istirahat di warung Soto Kadipiro Asli lor dalan (utara jalan). Perjalanan bisa dilanjutkan ke kampus atau langsung naik mobil menuju ke Bandara Adi Sucipto”

Itulah rute awal yang diputuskan, sebelum akhirnya muncul alternatif rute baru yang lebih pendek dan lebih banyak melewati jalan raya.

“Dari Kampus Sipil UGM, menuju ke arah barat dan foto bersama di STM Jetis (mantan sekolah Teknik Sipil), lanjut ke arah barat menuju jalan Magelang, belok kiri ke arah selatan menuju ke laboratorium pengairan (jaman dulu) dekat Samsat (saat ini). Belok kiri menuju arah stasiun Tugu (lewat Kopi Jhoss) dan lanjut terus ke arah SMA Negeri 3 Kridosono. Etape terakhir adalah menuju ke arah kampus kembali”

Membaca rute ini, aku langsung sadar bahwa untuk rombongan menteri memang sebaiknya lewat jalan raya dengan dipandu oleh petugas yang berwenang. Dengan demikian waktu tempuh akan menjadi lebih pasti dan perjalanan gowes lebih bisa dinikmati karena harus mengejar pesawat pagi itu juga ke Jakarta.

Specialized M5 S-Works

Specialized M5 S-Works layak tidak untuk sepeda menteri ?

Kalau melihat kemampuan pak menteri PU, Djoko Kirmanto, yang sangat bertenaga dalam mengayuh sepedanya, maka rute ini terasa sangat pendek. Diperkirakan dengan kecepatan yang pernah kulihat saat gowes guyub di Jakarta, maka tidak sampai 30 menit rute ini akan dilahap oleh pak Djoko Kirmanto.

“Masalahnya bukan kemampuan pak Menteri dab”

“Terus kemampuan siapa?”

“Pak Menteri sengaja mengajak bu menteri untuk merasakan keguyuban komunitas sepeda S3Gama di Jogja

“Woladalah, kalau begitu ya setuju dab. Jangan jauh-jauh yang penting guyub dan bisa foto narsis bersama pak Menteri”

“Nah kalau sudah jelas, segera siapkan sepeda untuk pak menteri dan pengawalnya ya dab”

“Beres dab. Ada banyak sepeda di kampus kok”

“Wah jangan sepeda kampus. Sepeda yang kita yakin kondisi dan kinerjanya memadai saja, jadi tidak ada keraguan saat mengawal rombongan gowes ini”

“Kalau sepeda kampus kita kurang yakin, maka yang palimng yakin ya pinjam sepedamu saja. Kujamin pasti sesuai harapan kita”

“Oke, pak Menteri pakai sepedaku, bu menteri tolong pilihkan sepeda yang memadai ya”

Sebenarnya sepeda yang paling cocok untuk bu menteri adalah sepeda milik pak Helmi yang baru. Bermerk Gazelle sepeda itu mirip sepeda jengki jaman dulu. Bahkan kalau pak Menteri bersedia, akan lebih baik bila dipinjamkan sepeda Gazelle milik pak Helmi satunya, yaitu sepeda yang model sepeda Unta. Masalahnya, perlu usaha khusus untuk menghubungi pak Helmi yang luar biasa eksibukannya (maklum ghelarnya saja lebih dari delapan buah, mulai dari tukang insinyur, sampai ahli hukum).

Gowes Minggu 12 Mei 2013

Gowes Minggu 12 Mei 2013