Selamat buat loyalis PRABOWO

Stasiun Senen foto by Dedien Yudha Pratama

“Selamat buat loyalis PRABOWO. Saudara-saudara telah mengawal pilpres ini dengan baik dan dengan penuh perjuangan, baik materi maupun moril. Saudara-saudara telah menunjukkan kecintaan yang luar biasa pada negeri Indonesia tercinta ini. Salut!”

“Tugas kita sekarang adalah mengawal presiden terpilih agar bisa bekerja dengan baik dan benar, mengkritisinya bila dia lari dari amanah rakyat. Kita doakan, dia diberi kemudahan dalam menjalankan negeri yang sudah terlanjur carut marut ini, agar kembali ke kejayaannya”

Beberapa temanku menulis kalimat yang lain, karena sangat menghargai peran para loyalis dalam meningkatkan semangat rakyat Indonesia untuk melaksanakan pilpres yang berbeda dengan pilpres sebelumnya. Beberapa tokoh yang kukagumi juga memperlihatkan sikap yang ksatria.

Aku memang selalu berbaik sangka pada pak Mahfud MD, pak Herry Zudianto maupun mas Hanafi Rais. Banyak kegiatan mereka yang memberi inspirasi pada para generasi muda kita, utamanya di Jogja, tempat mereka pernah berbagi ilmu.

Terima kasih pak Herry Walikota Jogja terbaik

Terima kasih pak Herry Walikota Jogja terbaik

Tanggal 22 Juli 2014, salah satu tanggal bersejarah bangsa Indonesia, membuat suasana kota Jakarta terasa nyaman karena semua jalan tidak ada yang macet parah. Sebagian besar justru cukup lengang, sementara itu di bundaran HI meskipun dilaporkan adanya kerumunan masa, tetapi ternyata mereka tidak melakukan hal-hal yang anarkis. Aparat terpantau sangat siap menghadapi situasi Jakarta yang seperti apapun. Agak berlebihan sebenarnya, tetapi cukup memberi ketentraman pada para pengguna jalan yang tetap harus keluar dari rumah masing-masing.

Stasiun Senen foto by Dedien Yudha Pratama

Stasiun Senen Jakarta (foto by Dedien Yudha Pratama)

Beberapa pemudik juga lebih asyik berebut tempat di stasiun Senen dibanding berkumpul di tempat lain. Mereka cukup memantau proses pilpres ini dari televisi ataupun dari socmed yang mereka ikuti. Bahwa ada loyalis yang tetap ingin melanjutkan proses pilpres ini ke jalur hukum, masyarakat sudah maklum, bahwa itu sudah menjadi tugas bagian lain dan bukan tugas mereka lagi.

Kalau diklasifikasikan, maka ada beberapa kelompok masyarakat yang berbeda dalam menyikapi proses pemilihan presiden kali ini :

1. Kelompok yang menganggap proses pilpres ini penuh kecurangan, sehingga harus dilanjutkan dengan proses selanjutnya yang melibatkan para ahli hukum.

2. Kelompok yang menganggap proses pilpres sudah jauh lebih transparant dibanding pilpres sebelumnya dan mereka mulai asyik bekerja kembali seperti sebelum pilpres berlangsung.

3. Kelompok yang tetap tidak peduli dengan proses pilpres ini.

4. Kelompok lain yang tidak masuk di kelompok 1, 2 ataupun 3.

Aku tidak bisa memprediksi prosentase dari 4 (empat) kelompok itu secara nasional, karena aku memang tidak punya lembaga survei yang menanganinya. Yang jelas, sebagian besar teman-temanku sudah mulai mengurangi pembicaraan tentang proses pilpres dan sudah kembali aktif bekerja lagi.

Mas Nukman Luthfie sendiri menulis di wall-nya seperti ini :

“Pilpres sudah usai. Alhamdullilah lancar. Sempat khawatir karena inilah Pilpres paling terbuka yang pernah saya saksikan, sebagian besar secara terbuka menyebut capres idolanya dan berusaha keras ikut memenangkannya, sehingga media sosial terlihat begitu panas.
Tapi malam ini KPU sudah mengetok palu. Selamat buat pak Jokowi-JK, semoga amanah dan berusaha keras mewujudkan janji-janji kampanye.
Kepada pak Prabowo dan Hatta, selamat berjuang di bidang lain, negeri ini masih membutuhkan anak-anak bangsa yang hebat.”

Jokowi-Web-Header Merdeka(dot)com web

Jokowi-Web-Header Merdeka(dot)com web

Hanafi Rais juga menunjukkan sikap yang ksatria ketika diwawancarai oleh Kompas, sehingga memberikan suasana adem bagi para pengikut PAN maupun loyalis Prabowo yang lain.

+++

“Ini inisiatif pribadi, atas nama sendiri, meski saya kader PAN yang masuk dalam koalisi. Kalau hasilnya demikian (memenangkan Jokowi), ya kita, saya, yang selama ini dukung Pak Prabowo, sikap saya menerima hasil itu dengan legowo dan seikhlas mungkin, itu lebih menyejukkan,” papar Hanafi.

Meski mengucapkan selamat kepada Jokowi, Hanafi memberi catatan juga dalam pernyataannya. Ia menilai masih ada kecurangan yang terjadi di daerah-daerah. Ia meminta KPU menindaklanjutinya sebagai bukti KPU profesional.

“Kecurangan-kecurangan itu harus dibereskan, KPU harus profesional,” ujar Hanafi.

+++

Mas Hanafi Rais yang banyak berbagi pada masyarakat Jogja

Mas Hanafi Rais yang banyak berbagi pada masyarakat Jogja

Siapapun presiden kita, maka tugas kita adalah memberi bantuan padanya agar dapat menjalankan pemerintahan dengan lebih baik dan lebih transparant. Kita dukung program kerjanya yang bermanfaat dan berpihak pada rakyat dan kita kritisi program pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat.

Selamat berjuang teman-teman dan terutama selamat berjuang pada diriku sendiri untuk Indonesia yang lebih baik.

+++

Status Mas Adriano Rusfi :

“….Ketika segala ikhtiar telah dibuat… ketika sebuah keputusan telah diambil… maka tak ada yang lebih indah daripada tawakkal. Percayalah, nasib bangsa ini bukan di tangan presiden terpilih, tapi di tangan Allah.

Jika yang terpilih adalah presiden hebat, toh ia tetap akan memimpin di bawah sebuah sistem yang bermasalah. Dan jika yang terpilih adalah presiden yang buruk, toh ia akan dibantu oleh sejumlah staf ahli kompeten.

Pada akhirnya, Allah tak akan merubah nasib suatu bangsa melalui tangan para penguasa, tapi melalui perubahan yang dilakukan oleh tiap-tiap jiwa. Maka, mari kita bangkit berbuat bagi nasib-nasib kita…..”

Elevenia toko online

3 in 1 universal clip lens at Elevenia

 

Iklan Elevenia toko online yang bertubi-tubi di berbagai media akhirnya membuatku tertarik untuk mencoba membeli barang secara online di Elevenia. Kebetulan juga aku memang sedang ingin membeli lampu sepeda bagian belakang. Kudengar ada Lampu sepeda solar (solar safety light) yang dijual di toko online itu. Aku memutuskan membeli secara online karena lokasi pembelian lampu sepeda ini sangat menguras tenaga kalau harus dijalani secara offline. Dengan model online, maka aku cukup ketak-ketik di keyboard komputer dan barang yang kuinginkan akan datang sendiri.

Lampu sepeda solar (solar safety light)

Lampu sepeda solar (solar safety light)

Biasanya aku membeli barang secara online di toko online yang sudah biasa kudatangi, tapi kali ini aku ingin mencoba rasa lain dari toko online yang baru. Kebetulan aku punya masalah dengan toko online yang lama. Ceritanya, waktu itu aku membeli barang dan barang yang datang tidak sesuai dengan kriteria yang dijanjikan. Akhirnya toko yang kubeli menyediakan pengganti barang yang sudah kubeli tapi tidak bisa dipakai. Proses ini ternyata berlangsung sangat lama dan melelahkan. Ujung-ujungnya uang dikembalikan dan aku tidak mendapat barang yang kuinginkan. Akhirnya aku membeli barang itu secara offline !:-).

Ternyata proses pembelian di Elevenia cukup menarik. Kita terus dilayani dari mulai proses pembelian sampai ke proses pengantarannya. Bahkan andaikata barang yang kita beli ternyata ada sesuatu yang harus didiskusikan lagi, tanpa segan pihak Elevenia langsung menghubungiku.

+++

Pembayaran sudah lunas
Kepada Pelanggan YTH Eko Sutrisno HP,
Pembayaran anda sudah lunas
Pembayaran atas pesanan Anda sudah Lunas. Pesanan sudah diajukan ke Pihak Seller. Untuk pengecekan status Order, Anda dapat mengunjungi akun My elevenia.Pembatalan pesanan secara otomatis dapat terjadi apabila Seller belum memproses atau mengirimkan pesanan Anda dalam jangka waktu yang telah ditentukan ke pihak Seller.
Informasi pesanan produk Tanggal Pesanan : jul.17.2014, Nomor pesanan : 201407176870559
Nomor Nama produk (Nama Pilihan) Harga produk
(kuantitas)
Informasi
Pengiriman
Penjual
3162612 Lampu sepeda solar / tenaga matahari (solar safety light)- Rp 72.800
(1)
JNE Regular
(Rp 18.000)
Bali Surya
1125650 Fish eye WideMacro Macro lens|3in1 Universal Clip LEns all colourfull black Rp 82.800
(1)
JNE Regular
(Rp 8.000)
aiueo
Informasi Pembayaran
Total Jumlah Pesanan Rp 291.000
Jumlah Diskon - Rp 109.400
jumlah poin yang dipakai Rp 0
Jumlah PembayaranTerakhir Rp 181.600

Aku memang sering membeli barang yang mempunyai kriteria khusus dan yang terjadi barang itu akhirnya susah didapat atau sudah habis stocknya karena sangat terbatas persediaannya. Begitulah yang terjadi, akupun akhirnya dihubungi oleh pihak Elevenia dan mendiskusikan barang yang kubeli. Dengan sabar mbak yang menelpon di ujung sana menyimak apa yang menjadi minatku dan akhirnya mengajukan beberapa usul untuk mengganti barang yang kubeli.

Aku kebetulan juga memang menemui barang yang kucari selama ini, itulah 3 in 1 universal clip lens. Sebuah lensa yang dikaitkan di ponsel dan bisa dipakai untuk memotret dengan lebih wide. Ada juga lensa fish eye dan lensa macro di paket lensa itu.

Begitu kriteria barang sudah disepakati, maka beberapa saat kemudian proses pengawalan pesananku mulai berjalan. Pihak Elevenia beberapa kali mengirimkan laporan via SMS ke ponselku.

Laporan proses pengiriman

Laporan proses pengiriman

Sekarang tinggal menunggu datangnya barang yang kupesan. Sebuah lampu sepeda belakang dengan tenaga matahari dan sebuah lensa, tepatnya tiga buah lensa (3 in 1) untuk dipasang pada handphoneku. Satu paket lensa itu memang terdiri dari tiga macam lensa, yaitu lensa makro, lensa wide dan fish eye.

Fish eye universal clip lens 3 in 1

Fish eye universal clip lens 3 in 1

Alhamdulillah aku sudah sempat membeli lensa ini, sehingga ketika kulihat stock lensa ini sudah kosong aku tidak harus bersedih. Sebenarnya lensa semacam ini banyak dijual di toko camera atau mall-mall, tapi aku memang lebih memilih membeli secara online. Beberapa bulan lalu, aku sebenarnya sudah minta dikirim lensa ini dari garuda dengan cara menukar garuda Milesku, tapi ternyata di Garuda stocknya juga sudah habis.

3 in 1 universal clip lens at Elevenia

3 in 1 universal clip lens at Elevenia

Yang belum pernah nyoba toko online Elevenia, silahkan dicoba, siapa tahu ketemu yang cocok dengan keinginan anda, sehingga kita jadi mempunyai alternatif toko online lain selain yang sudah sering kita datangi.

Salam sehati.

Peringkat pembelian di Elevenia

Peringkat pembelian di Elevenia

 

Dawn of the Planet of the APES

Dawn of the Planet of the APES

Dalam film “Dawn of the Planet of the APES”, Caesar (Andy Serkis) pemimpin komunitas kera berintelegensia tinggi berkata,”… dulu aku meyakini bahwa Kera lebih beradab dibanding manusia, ternyata kesimpulanku itu salah…”

Kalimat itu diluncurkan Caesar pada anaknya, ketika mereka berdua berdialog tentang kejamnya seekor Kera bernama Koba dan budi pekerti yang tinggi dari seorang manusia bernama Malcolm (Jason Clarke). Sang anak yang berseberangan dengan pendapat ayahnyapun hanya bisa diam saja mendengarkan ceramah ayahnya yang sedang tertembak oleh seekor kera bukan oleh seorang manusia.

Bagi yang pernah menonton film sequel pertama dari “Dawn of the Planet of the APES” berjudul “Rise of the Planet of the APES”, pasti pasti bisa membedakan karkater dari Caesar dan Koba. Dua kera jenius ini dibesarkan dalam lingkungan yang sangat berbeda. Caesar dibesarkan dengan penuh rasa kasih sayang manusia, sedangkan Koba dibesarkan dalam lingkungan laboratorium yang memperlakukan seekir kera sebagai binatang percobaan.

Caesar sang Raja Kera

Caesar sang Raja Kera

Koba sudah kenyang disakiti manusia dan ketika saatnya tiba, dengan penuh dendam diapun membunuh JACOB sang pemiliknya. Dalam kisah kali ini Koba harus berseberangan dengan Caesar yang pernah menolongnya dan pernah ditolongnya. Slogan “Kera tidak membunuh Kera” akhirnya menjadi slogan omong kosong bagi Koba.

Film “Rise of the Planet of the APES” dimulai dengan evolusi kera biasa menjadi kera berintelegensia tinggi dan kemudian diakhiri dengan tinggalnya sebagian kera pintar itu di hutan yang jauh dari pemukiman penduduk. Film “Dawn of the Planet of the APES” diawali dengan berita tentang munculnya virus yang mematikan hampir seluruh manusia, kecuali mereka yang mempunyai kekebalan terhadap virus itu dan menjadi konflik menarik ketika manusia yang selamat itu harus bertemu dengan para Kera pintar untuk memperebutkan lokasi yang dikuasai oelh Kera pintar.

“Kami tidak suka berperang, tapi kalau dipaksa berperang, maka akan kita layani’, kurang lebih begitulah ucapan Caesar sang pemimpin Kera pintar. Caesarpun melarang manusia mendatangi hutan terpencil yang merupakan rumah mereka para Kera pintar.

Dawn of the Planet of the APES

Dawn of the Planet of the APES

Sayangnya manusia perlu datang ke hutan untuk memperbaiki sistem daya listrik yang ada di bendungan, tepat di lokasi rumah Kera pintar. Malcolm (Jason Clarke), akhirnya nekad menuju hutan untuk berdiskusi dengan Caesar. Kondisi terjepit memaksa Malcolm melakukan hal yang sangat berbahaya, sendirian menemui Caesar. Ini sebuah tindakan bunuh diri, karena teman Malcolm sudah menembak salah satu Kera pintar di hutan Caesar.

Langkah Malcolm menjadi semakin rumit ketika Koba memergoki persiapan manusia untuk menghancurkan hutan mereka.

Inilah film yang penuh dengan adegan yang menguras emosi. Keberanian Malcolm berbenturan dengan kondisi Koba yang sejak kecil sangat benci dengan manusia. Tidak ada satu hal kecilpun dari manusia yang terlihat bagus di mata Koba. Semua manusia adalah jelek menurut Koba dan ketika akhirnya dia mempunyai kekuatan untuk melawan, maka Kobapun menjelma menjadi mesin pembunuh yang sangat ganas.

Keri Russell as Ellie sang penyayang binatang

Keri Russell as Ellie sang penyayang binatang

Film ini banyak menampilkan kehidupan Kera yang sangat detil penggarapannya. Harus diakui bahwa inilah film animasi Kera yang terbaik saat ini. Seolah-olah Kera yang ada di depan mata kita adalah makhluk hidup asli, bukan hasil animasi.

Avatar pernah dinobatkan sebagai film animasi yang sangat bagus, tapi kalau dibandingkan dengan animasi yang diperlihatkan pada film ini, harus diakui animasi Kera di film ini sangat natural, benar-benar hidup dan penuh guratan emosi.

Bila belum nonton film “Raise of the Planet of the APES” tidak masalah kalau mau menonton film “Dawn of the Planet of the APES”. Tentu akan lebih lengkap kalau menonton keduanya, tapi menonton salah satupun sudah memadai.

Silahkan ajak keluarga untuk menonotn film ini. Ditanggung puas dan penuh makna.

Dawn of the Planet of the APES

Dawn of the Planet of the APES

+++

Sinopsis dari 21cineplex sangat sederhana :

Sebuah populasi kera yang telah berevolusi dan semakin berkembang dipimpin oleh Caesar (Andy Serkis). Keberadaan mereka terancam oleh sekumpulan manusia yang selamat dari bencana virus mematikan satu dekade sebelumnya.

Baik kera dan manusia sempat sepakat untuk berdamai, namun perdamaian itu tidak bertahan lama. Kini kedua kubu berada di ambang peperangan untuk memutuskan siapakah spesies paling dominan di atas Bumi.
+++
Gambar pada artikel ini diambil dari Facebook “Dawn of the Planet of the APES”
Dawn of the Planet of the APES

Dawn of the Planet of the APES

Apa yang membuatmu Senang ?

Senyum Pagi menyambut keindahan dunia

“Apa yang membuatmu senang ? Ayo, silahkan ditulis di selembar kertas dan cermati bener-bener apa yang membuatmu senang”, begitu kata sang instruktur ketika mengajak audiens menuliskan apa yang menjadi sebab mereka menjadi senang.

Ternyata penyebab senang itu bermacam ragam. Ada yang senang kalau gajinya naik, ada yang senang kalau anaknya lulus ujian dan berbagai macam kesenangan lainnya. Umumnya mereka menuliskan apa yang membuat mereka senang dalam beberapa item.

Setelah selesai, maka ternyata jumlah kesenangan yang mereka harapkan tidak lebih banyak dari 7 item. Hanya beberapa orang yang bisa membuat 10 macam hal yang membuat mereka senang, itupun setelah sang instruktur memberi contoh dan menambah waktu untuk menulis.

“Kenapa sulit sekali menulis tentang apa yang membuatmu senang?”, tanya sang instruktur.

Semua audiens terlihat saling pandang dan tersenyum sendiri-sendiri.

“Ternyata mencari penyebab kita senang itu tidak terlalu gampang ya?”

“……………………..”

“Kalau hati kita senang, maka sebenarnya akan banyak sekali kesenangan susulan yang akan kita terima. Coba kita bayangkan kita sudah merasa senang ketika bangun dari tidur, apa yang terjadi setelah kita bangun dari tidur?”

“Mandi…”

“Membersihkan kamar tidur”

“Makan …”

“Memeluk istri”

Banyak sekali komentar saling bersahutan dan semua komentar disampakan dengan raut wajah yang sumringah, senang dan penuh semangat. Beberapa komentar memang ada yang lebay dan ada juga yang memancing senyum di kulum.

“Tadi pada saat saya suruh menuliskan apa yang membuatmu senang, nampaknya teman-teman kesulitan menulis, tapi begitu sudah terpancing menulis dan membayangkan suasana pagi yang cerah, komentar langsung ramai bersahutan. Kenapa?”

Audiens terdiam sambil tersenyum. Mereka baru sadar kalau aroma pagi telah membuat suasana hati mereka menjadi cerah dan membuat mereka mudah menautkan senyum di bibir.

“Oke, kita lanjutkan dengan memeriksa apa yang telah ditulis. Ada yang bersedia menjadi relawan membacakan apa yang membuat kita senang?”

Ternyata audiens kembali ragu-ragu dan akhirnya muncul relawan yang bersedia membacakan tulsiannya setelah dia yakin bahwa apa yang akan dia sampaikan tidak menjadi buah tertawaan audiens.

Sang instrukturpun bertepuk tangan dengan semangat ketika sang relawan selesai membacakan catatan tentang apa yang membuatnya senang.

“Nah kita dengarkan tadi, ada sepuluh kriteria yang membuat teman kita ini senang”

“Ada beberapa catatannya yang sama dengan aku pak”, salah satu peserta terusik untuk berkata karena ikut terbawa semangat sang instruktur.

“Bisa memberi contoh catatan yang sama?”

“Catatan nomor dua pak, saya senang bisa bangun pagi dan bisa gowes bareng teman-teman”

“Emm … kayaknya sama dengan catatan mas relawan tadi ya? Tapi ada bedanya sedikit, bener nggak mbak?”

“Iya pak, ada bedanya, karena saya tambahkan kata gowes”

“Yessss ! Itu bedanya”, sahut sang Instruktur dengan wajah penuh kepuasan.

Rupanya beda yang sedikit itu menjadi besar pengaruhnya ketika diulas. Dengan gaya yang penuh canda ria tanpa membuat tertohok yang mendengar, sang instruktur menceritakan arti perbedaan kalimat hanya karena ada kata gowes.

Kalimat pertama yang disampaikan oleh sang relawan adalah “saya senang bisa bangun pagi”, sedangkan kalimat kedua yang mirip adalah “saya senang bisa bangun pagi dan bisa gowes bareng teman-teman”

Rupanya perbedaan kalimat itu menyebabkan kalimat ke dua lebih sulit membuat hati kita senang. Pada kalimat ke dua ada persyaratan yang lebih sulit diwujudkan dibanding kalimat pertama. Ada dua hal yang harus dilakukan pada kalimat ke dua agar kita bisa senang, yaitu :

1. Harus ada acara gowes, artinya harus ada sepeda untuk gowes agar kita bisa senang.

2. Harus ada teman untuk gowes agar kita senang. Apalagi ada pengulangan kata teman pada kalimat ke dua, artinya temannya harus lebih dari satu.

Bandingkan dengan kalimat pertama yang syaratnya hanya bertumpu pada diri sendiri. “Saya senang bisa bangun pagi”, kalimat ini tidak tergantung orang lain dan hanya bergantung pada diri kita sendiri. Selama kita punya tekad kuat untuk bangun pagi, maka kita akan senang.

Pada kalimat ke dua, tidak hanya bisa bangun pagi yang membuat kita bisa senang, tapi harus ada sepeda dan harus ada teman bersepeda untuk membuat kita senang, artinya ada ketergantungan pada orang lain atau hal-hal lain selain kita.

Jadi, marilah kita tulis lagi apa yang membuat kita senang, tapi jangan sertakan orang lain atau kondisi di luar diri kita sebagai kriteria senang”. Misalnya sebagai berikut :

1. Saya senang bisa bangun pagi.

2. Saya senang bisa sholat subah sebelum subuh.

3. Saya senang bisa menghirup oksigen pagi

4. Saya senang bisa jalan pagi

5. Saya senang bisa bernyanyi kecil

6. Saya senang bisa minum di pagi hari

7. Saya senang bisa melihat langit

8. Saya senang bisa tersenyum

9. Saya senang bisa membaca

10. Saya senang bisa tidur nyenyak

Salam sehati

Senyum Pagi menyambut keindahan dunia

Senyum Pagi menyambut keindahan dunia

 

 

Hikmah Pilpres 2014

Hikmah hasil pilpres 2014

Hikmah Pilpres 2014 di hari-hari ini terasa lebih sejuk di hatiku dibanding beberapa hari lalu. Suasana yang panas membara begitu pilpres dilaksanakan mulai berkurang suhunya, meskipun pada beberapa orang yang kukenal masih menyisakan bara yang sangat panas.

Kebetulan hari ini aku diundang untuk mengisi acara “Hikmah Hasil Pilpres 2014″ di Hotel Satya Graha Jogjakarta, jadi kusampaikan saja hal-hal yang kurasakan ini pada audiens. Beberapa hal yang berhubungan dengan Hikmah Pilpres 2014 kusampaikan sebagai berikut :

1. Semangat yang sangat besar dari rakyat Indonesia untuk meninggalkan golongan putih (GolPut) dan bahkan menjadi relawan yang rela mendukung capres masing-masing tanpa perlu diberi bayaran. Suasana ini sangat berbeda dengan pilpres beberapa periode lalu, dimana untuk mencari pendukung capres memerlukan dana yang cukup besar.

2. Semangat mendukung capres itu akhirnya berkembang menjadi kecintaan yang begitu dalam dan muncul fanatisme berlebihan dari para loyalis capres.

3. Adanya debat capres dan cawapres, ternyata menunjukkan kedua capres cawapres bisa dewasa menghadapi perbedaan, kekalahan maupun kemenangan namun tidak demikian dengan tanggapan dari para loyalis. Fanatisme mereka membuat capres mereka adalah dewa bagi para loyalis. Kedua belah puhak saling klaim bahwa capresnyalah yang memenangkan debat itu.

4. Puncak konflik terjadi saat hari pencoblosan berlangsung dan bahkan terus bertahan beberapa hari setelah tanggal 9 Juli 2014. Tidak ada istilah hari tenang di dunia maya. Semua hari penuh posting di internet yang akhirnya membuat beberapa loyalis mulai capek melihat/mendengar kalimat yang berhubungan dengan kata capres.

5. Dalam kenyataan di lapangan, pada beberapa lokasi TPS di tanggal 9 Juli 2014 justru banyak dilaporkan munculnya suasana guyub dari mereka yang mencoblos. Saat pencoblosan adalah saat para penduduk di sekitar TPS bertemu dalam suasana penuh senda gurau, meskipun capres mereka berbeda.

6. Munculnya Quick count yang berbeda akhirnya ikut berperan dalam memanaskan suasana yang memang sudah panas sejak pilpres 9 Juli 2014.

7. Frekuensi yang begitu tinggi dalam berbalas pantun antar loyalis akhirnya mulai sampai pada titik mendekati jenuh. Para loyalis mulai kecapekan dan mulai menemukan kedewasaan dalam berpolitik. Mereka mulai sadar bahwa siapapun yang menang akan menjadi presiden mereka dan bukan presiden di negara lain. Jadi buat apa menghujat capres kelompok lain kalau mereka nanti bila menang akan jadi presiden kita juga.

8. Dalam 1 atau 2 hari ini, kuperhatikan kawan-kawanku yang tadinya begitu getol mendukung capresnya masing-masing, mulai menurunkan intensitas mereka dalam beradu argumen. Menunggu tanggal 22 Juli 2014, sudah mulai disadari akan menentukan siapa yang memenangkan pilpres kali ini.

Hikmah hasil pilpres 2014

Hikmah hasil pilpres 2014

Delapan item di atas sudah memberikan banyak pelajaran bagi para pendukung ke dua capres, bahwa capres mereka memang punya banyak kelebihan tetapi juga mempunyai beberapa kekurangan. Kampanye negatip telah membuka mata mereka, bahwa capres mereka bukan dewa yang tanpa salah. Mereka mulai menata hati untuk menerima hasil keputusan KPU. Mereka mulai bersiap untuk menang atau kalah.

Sayangnya belum semua loyalis mempunyai pemikiran yang sama. Ada yang sudah terlanjur sangat fanatik dengan capresnya dan tidak bisa lagi berpikir dengan jernih. Mereka lebih berpikir secara emosional, bahwa apapaun keputusan KPU, tetap capres mereka yang benar-benar memenangkan pemilu Presiden ini.

Pilpres sudah dilakukan dan saat ini tugas kita hanya berdoa semoga perhitungan KPU benar-benar teliti tanpa memihak. Presiden yang nanti akan menjadi presiden Indonesia kita semoag amanah menjalankan janji-janji mereka. Bila mereka tidak amanah menjalankan tugas sebagai Presiden, maka tugas kita selanjutnya adalah menyiapkan diri untuk melakukan kritik terhadap kebijakan presiden yang tidak amanah.

Sebesar semangat mendukung mereka, sebesar itu pulalah semangat kita menjaga presiden tetap amanah menjalankan tugasnya. Semoga kita nanti tidak perlu melakukan hal ini, akan sangat indah kalau akhirnya kita ternyata menemukan presiden yang lebih baik dari presiden kita terdahulu.

Insya Allah, Amin.

 

Hikmah hasil pilpres 2014

Hikmah hasil pilpres 2014

Baksos Kampung UGM di Daarut Taqwa

Kampung asli UGM Kopdar Baksos Daarut Taqwa

Baksos Kampung UGM di Daarut Taqwa berlangsung hari Sabtu, 12 Juli 2014 dengan meriah, jauh melampaui harapan panitia. Acara yang dikemas hanya dalam hitungan hari ini ternyata sukses mendatangkan sumber dana berlimpah dan banyaknya anggota kampung yang menyempatkan bergabung.

 

Gabung BAKSOS Kampung UGM pasti manfaat

Gabung BAKSOS Kampung UGM pasti manfaat

Ustadz Abi Romi sampai mengucapkan kalimat takjub,”biasanya yang datang ke panti asuhan ini hanya satu atau dua mobil, maksimal empat mobil, tapi hari ini banyak sekali mobil yang datang dengan membawa aneka barang. Syukur Alhamdulillah”

Panti asuhan Daarut Taqwa sebenarnya mempunyai lokasi yang cukup luas, tapi karena terletak di desa yang cukup terpencil, maka tidak banyak bantuan yang mengalir ke panti ini. Alhamdulillah, berkat kegiatan baksos Kampung UGM ini, maka ada salah satu kawan yang tergerak hatinya untuk menyalurkan bantuan beras 50 kg setiap bulan.

Ada sebuah pertanyaan lagi dari ustadz Abi yang menggelitik,”Mas yang memimpin acara ini ya? Terima kasih mas”. Ucapan itu disampaikan ke mas Bagus Jeha, non alumni UGM yang hadir memeriahkan acara ini. Tentu saja mas Bagus Jeha menampik pertanyaan itu dan menunjuk padaku,”Ini yang alumni UGM pak ustadz”

“Oooo … panjenengan ketuanya ya?”

Yang menjawab justru teman-teman alumni yang duduk di sekitarku,”Kampung UGM ini tidak ada ketuanya pak ustadz…”. Tentu pak Ustadz nyengir saja, karena mana mungkin sebuah organisasi kok tanpa ada ketuanya. Akupun akhirnya harus menjelaskan tentang organisasi Kampung ini secara ringkas.

“Ini adalah komunitas yang kebanyakan hanya bertemu lewat internet. Kita mempunyai kesamaan pandangan dan kesamaan kampus, sehingga tanpa ketuapunbisa mengadakan berbagai macam acara dengan penuh semangat. Jika salah satu dari kita punya ide yang menurut sebagian anggota Kampung dianggap menarik, bermnafaat dan bisa dilaksanakan, maka kitapun mendukung tanpa perlu komando dari panitia”

“Contohnya ide mbak Denies untuk acara ini kita anggap menarik, maka dalam waktu singkat kitapun sudah mewujudkan ide itu menjadi kenyataan”

“Jadi mbak Denies itu sudah berperan secara lengkap, sebagai ketua, bendahara, sekretaris dan lain-lainnya. Bener ya mbak Denies?”, kataku ketika kulihat mbak Denies ikut memperhatikan diskusiku dengan pak Ustadz.

Bingkisan simbolis dari Kampung asli UGM 1

Bingkisan simbolis dari Kampung asli UGM

Acara ini berlangsung santai dan tidak banyak protokoler. Sehabis Dhuhur aku langsung menuju lokasi, menurunkan semua barang panitia bersama mas Agus, mas Ricky dan mbak Denies. Istrikupun langsung berinteraksi dengan anak-anak panti untuk memulai acara pelatihan Mie Sehati. Meski acara resminya dimulai sehabis asar, tetapi untuk memanfaatkan waktu, sudah dilakukan acara persiapan memasak Mie.

Turunkan barang di Panti Asuhan Daarut Taqwa

Turunkan barang di Panti Asuhan Daarut Taqwa

Urutan acara yang sudah disusun dan sudah kusampaikan ke hadirin juga diubah semau hadirin. Acara yang seharusnya di tengah mereka minta diajukan di depan. Aku sampai melihat lagi susunan acara sebelum akhirnya merasa tidak apa-apa juga kalau acara dimajukan.

Ada acara yang menarik selain acara pelatihan membuat mie sehat. Acara menanam di lahan terbatas ternyata sangat menarik dibawakan oleh mbak Sribudi Astuti. Sayangnya acara menanam di lahan terbatas ini memang sejatinya memerlukan waktu yang cukup panjang, sehingga keterbatasan waktu ini membuat mbak Tutik hanya bisa memberikan prolog menggunakan sarana audio visual memakai projector mini. Meski demikian kelas lanjutan tetap ditawarkan, bila memang pihak Panti merasa manfaat menanam di lahan terbatas ini cocok dengan kehidupan di panti ini.

Aku sendiri melihat lahan yang ada di panti ini cocok untuk berbisnis hasil tanaman yang dikelola dengan model mini.

Anggota Kampung yang beberapa diantaranya membawa anak-anak menambah suasana Baksos ini menjadi semakin meriah. Pelatihan mie sehat yang memang diperuntukkan buat warga panti ternyata menarik perhatian mereka, sehingga begitu pelatihan dinyatakan selesai, merekapun mencoba membuat mie dengan mesin giling mie yang masih menyisakan beberapa gram adonan mie siap giling.

Peserta pelatihan Mie Sehati yunior

Peserta pelatihan Mie Sehati yunior

Bapak dan ibu anggota Kampung juga ternyata antusias dengan model pelatihan mini ini. Beberapa pertanyaan mereka, kalau dituruti pasti akan membuat pelatihan ini molor dari jadwal yang disediakan. Memang terlihat beberapa pertanyaan justru disampaikan oleh bapak-bapak dan ibu-ibu warga kampung dibanding adik-adik warga Panti.

Mbak Any kepingkel-pingkel

Mbak Any kepingkel-pingkel

Acara paling meriah bisa dipastikan adalah acara narsis berjamaah di akhir acara. Warga pantipun terkesima dengan tingkah laku warga kampung yang tadinya terlihat santun dan alim. Ternyata pada sesi poto bersama, terlihat saling berimprovisasi baik dengan gaya maupun dengan komentar yang nyleneh.

Kampung asli UGM Kopdar Baksos Daarut Taqwa

Kampung asli UGM Kopdar Baksos Daarut Taqwa

 

 

 

Cahaya dari Timur harus ditonton

Cahaya dari Timur Beta Maluku

Film Indonesia “Cahaya dari Timur” harus ditonton oleh masyarakat pecinta film Indonesia maupun masyarakat film lain yang belum pernah menonton film Indonesia. Ini adalah film yang benar-benar wajib ditonton, kalaulah nanti air mata berlelehan dari air mata kita, bukan karena film yang lebay, tapi pasti karena melihat betapa indahnya persaudaraan ala Indonesia Timur.

Bagi yang belum pernah ke Indonesia Timur pasti tidak bisa dengan tepat menggambarkan suasana Indonesia Timur, tetapi dengan menonton film ini, maka penonton seperti sedang berada di lokasi film ini diambil. Sejak menit awal film diputar, suasana keruh pertikaian antara sesama warga Maluku sudah menghiasi layar lebar. Nyawa terasa begitu murah dan wajah amarah seperti memenuhi layar lebar.

Setiap terdengar bunyi alarm tanda pertikaian terjadi, maka kita dibuat terhenyak oleh kekerasan yang muncul di layar. Untungnya sutradara piawai menampilkan gambar pertikaian itu, sehingga tidak vulgar muncul di depan mata kita.

Memori akan pedihnya kerusuhan di Maluku membuat seorang penggila sepak bola mencoba mengalihkan perhatian anak-anak pada dunia bola. Sani Tawainella, sang penggila bola, mengajak anak-anak, calon generasi penerus masyarakat Maluku untuk menjauhi lokasi kerusuhan yang terus marak di Maluku.

Terlalu fokus pada dunia anak-anak ini membuat rumah tangga Sani menjadi kacau balau. Waktunya habis untuk mengurusi anak-anak bermain bola dan dia kehilangan waktu untuk mencari uang. Dalam kondisi seperti itu, anak ke dua Sani lahir dan kondisi Maluku sudah mulai aman, meski belum dapat dikatakan Maluku sudah bersatu kembali. Masih ada kecurigaan di antara dua kelompok yang ada di Maluku. Itulah kelompok Muslim dan non Muslim. Kitapun disuguhi kepusingan Sani melihat anak didiknya yang tidak akur karena berasal dari kubu yang berbeda. Bagaimana bisa memenangkan sebuah pertandingan bola kalau para pemain saling tidak mau mengoper bola ke seteru abadi mereka masing-masing.

Istri Sani yang awalnya mendukung kiprah Sani dalam mengalihkan perhatian anak-anak pada bola, sekarang mulai berubah pikiran. Tuntutan hidup berumah tangga dengan dua anak tidak cukup dengan gaji Sani yang tidak jelas sebagai pengojek. Konflik mulai memuncak ketika Sani semakin gila dengan mimpinya menyatukan Maluku, sementara kondisi rumah tangganya masih belum pulih dari keterpurukan.

Beta Maluku ANTARA News Jogja dari KASKUS

Beta Maluku ANTARA News Jogja dari KASKUS

Film ini memang mengambil tokoh sentral seorang pemain sepak bola yang gagal masuk PSSI Bareti dan terus terobsesi untuk menggeluti sepak bola dengan segala lika-likunya. Bisa dibayangkan ketika akhirnya tim yang dilatihnya harus ditinggalkannya karena semua pemainnya sudah direkrut oleh klub sepakbola yang dimiliki oleh temannya.

Kisah Sani yang memakan waktu tayang selama 2,5 jam ini terasa begitu cepat berlalu. Penonton dibuat asyik dengan berbagai konflik yang muncul di sepanjang film ini. Bahkan saat akhirnya film ini selesai diputar, beberapa penonton masih terlihat duduk menikmati bacaan text yang masih muncul mengiringi selesainya film. Sebagian penonton bahkan masih belum beranjak dari duduknya karena sibuk menyeka air mata yang masih meleleh di matanya.

Chico Jericho (Kapanlagi(dot)com)

Chico Jericho (Kapanlagi(dot)com)

Film ini sangat cocok untuk ditonton bersama seluruh anggota keluarga, bahkan untuk mererka yang tidak suka sepak bola, film ini tetap layak ditonton. Panjangnya waktu tayang juga dijamin tidak akan terasa panjang bila kita terus menikmati konflik yang terus bermunculan di sepanjang film. Bagi warga Maluku, pasti film ini merupakan film wajib bagi mereka.

Jangan lewatkan film ini, ajak seluruh orang yang bisa anda ajak untuk nonton film ini. Selamat menonton dan Salam sehati.

+++

Sinopsis film ini di 21cineplex adalah sebagai berikut :

Sani Tawainella (Chicco Jericho) ingin menyelamatkan anak-anak di kampungnya dari konflik agama yang terjadi di Ambon melalui sepak bola. Di tengah kesulitan hidup serta pilihan antara keluarga atau tim sepakbolanya, Sani ditugaskan membawa timnya mewakili Maluku di kejuaraan nasional. Namun keputusannya membaurkan anak-anak yang berbeda agama dalam satu tim justru menyebabkan perpecahan. Sanggupkah Sani melalui semua ini dan membawa cerita baik bagi Maluku?

Cahaya dari Timur Beta Maluku

Cahaya dari Timur Beta Maluku

+++

Tulisan ini kudedikasikan buat para muslim dan non muslim yang pernah menjamuku di sebuah hotel di Maluku. Semoga teman-teman Malukuku masih ingat padaku. Insya Allah.

« Older Entries