Mencari teman baru

Waskita Seli Merah

Minggu-minggu ini aku akan banyak mendapat teman baru, puncaknya pas acara LTDJ bulan Mei, dimana aku akan bertemu banyak goweser dari seluruh penjuru Nusantara, bahkan sampai ke ujung Indonesia, PAPUA dan dari ujung Nusantara satunya ACEH ! Ini mungkin kemajuan dari event LTDJ kali ini, peserta yang semakin banyak dan kepercayaan dari pemerintah DIY bahwa komunitas lintas sepeda Jogja Gowes memang terfdiri dari personil-personil yang bertanggung jawab, berdedikasi tinggi dan bekerja secara kolektif. LTDJ akan menjadi sarana mencari teman baru dalam dunia bersepeda.

Komunitas lintas sepeda sebagai penggagas acara LTDJ, sangat piawai mencari panitia yang berdikasi tinggi untuk kemajuan dunia sepeda dan dunia pariwisata di Jogja. Dari start sampai ke Pos 1, Omah Kupu (Panggang), sudah sering dilalui para goweser dan kali ini para peserta ditantang mencoba jalur baru yang lebih menantang dan lebih hijau. Aku sendiri meski tertarik dengan jalur baru itu, tapi aku lebih tertarik ikut dalam acara ini karena aku akan banyak bertemu dengan orang hebat dalam dunia sepeda sekaligus orang yang sangat rendah hati meski mempunyai segudang prestasi.

Dalam grup WA peserta gowes LTDJ, semua pertanyaan peserta dapat dijelaskan dengan jawaban yang rinci dari panitia, lengkap dengan gambar grafis maupun foto real di lapangan. Masukan dari peserta juga sangat membantu panitia untuk mempersiapkan ajang kolaborasi lintas jenis sepeda dan lintas asal pesepeda. Antusias peserta dalam bertanya dan membuktikan langsung di lapangan kondisi medan, juga mendapat perhatian dari panitianya.

Omah Kupu Panggang lengkap

Omah Kupu Panggang lengkap

Peserta tampak enjoy dengan suasana guyub antar peserta,”urusan KOM/QOM, biarlah menjadi urusan ahlinya, urusan kita adalah Selpie dan ngopi“, kelakar salah satu peserta. Ada juga yang bertanya mengenai kendaraan evakuasi peserta jika terlalu lambat dalam memacu sepedanya. Aku sendiri pernah merasakan ketika disapa panitia pada waktu ikut kegiatan J150K,”pak Eko, mohon agak cepat, pos di depan sudah mau tutup!”.

Kalau sudah dapat pesan seperti ini, tergantung yang dikawal maunya seperti apa. Kadang maunya langsung “mlipir” dengan mempergunakan kendaraan pribadi, atau yang dikawal minta ditinggal saja dan aku bersama teman-teman yang lain langsung memacu sepeda menyusul peserta yang di depan. Pokoknya bersepeda itu untuk mencari kegembiraan hati, kesegaran jasmani dan keeratan persahabatan.

Om Kusnan Denpasar Bali

Om Kusnan Denpasar Bali

Minggu lalu aku pergi ke Denpasar Bali untuk berkenalan dengan goweser yang akan mengikuti LTDJ #2 6 Mei 2018. Pertemuan pertama sudah terasa seperti pertemuan yang kesekian kali, banyak cerita terungkap dan banyak canda terpapar. Rasanya pulau Bali jadi dekat dan tinggal menunggu hari Jogja juga akan menjadi dekat ketika kita kembali bertemu dengan peserta gowes LTDJ.

Minggu depan aku juga akan ketemu dengan teman-teman peserta LTDJ di Surabaya. Pasti suasana Denpasar yang akrab akan kembali terasa di Surabaya yang panas. Soto Lamongan “Cak Har” pasti langsung terbayang kalau ke Surabaya, meskipun nanti bisa berubah menjadi pecel Bu Kus yang fenomenal (bagiku). Hidup beberapa tahun di Surabaya telah membuat suasana Surabaya selalu membayangiku.

Heister Surabaya

Heister Surabaya

Kota Surabaya adalah kota pertama kali aku “membagikan” sepeda 🙂

Masih kuingat binar-binar tak percaya pada mata teman-temanku, ketika diumumkan adanya pembagian sepeda.

“Silahkan memilih sepeda yang disenangi dan besok sepeda akan diantar langsung dari pabrik ke parkiran sepeda”, begitu ucapkau sambil membagikan brosur sepeda Polygon.

“Tidak usah membayar! Pilih saja model yang disukai!”

Setelah semua memilih sepeda, aku kembali melanjutkan ucapanku,”Semua sudah memilih sepeda masing-masing dan aku sudah berjanji tidak usah mengeluarkan uang untuk membayarnya. Sekarang aku mau bertanya, masing-masing mau bayar berapa kali dengan uang lembur masing-masing?”

Rapat Pecel Bu Kus Surabaya

Rapat Pecel Bu Kus Surabaya

Teman-temanku tersenyum semua, meski mungkin ada yang tersenyum kecut dan mengganti sepeda yang dipilihnya. Itulah mungkin cikal bakal WSKT Cycling Club yang sekarang sudah menjadi makin banyak anggotanya. Besok aku akan ketemu sebagian dari mereka. Mencari teman baru oke, tapi mencari kembali teman lama tentu juga akan oke 🙂

Waskita Seli Merah

Waskita Seli Merah

3 komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.