Duduk Tegak

mencari-kehangatan-bromo

Dalam salah satu aplikasi di Apple Watch series 3 yang kunikmati adalah aplikasi “breathe”, kita hanya perlu bernafas dan fokus hanya untuk bernafas saja. Lupakan memikirkan semuanya, aku kemudian duduk tegak dan mulai mengikuti panduan dari apple watch. Selesai menjalankan aplikasi, maka aplikasi akan mencatat perkembangan kesehatan kita melalui latihan kita.

Ketika aku “stroke”, salah satu yang disarankan adalah selelu mencoba menarik nafas panjang dan mengumpulkan udara dalam paru-paruku dan kemudian menghembuskannya pelan-pelan. Duduk tegak dan bernafas teratur diyakini akan banyak manfaatnya bagi kesehatan. Menfaat lain dari duduk tegak dan fokus bernafas teratur antara lain adalah :

  1. Melawan stress.
  2. Bernafas lebih baik.
  3. Menghindari sakit punggung.
  4. Memperbaiki postur tubuh.
  5. Lebih berkonsentrasi.

Bagi pembaca cerita silat model karangan Asmaraman Kho Ping Ho, pasti kenal cara melatih pernafasan agar mempunyai tenaga dalam yang tidak berbatas.

  1. Tarik nafas dalam-dalam, sedalam-dalamnya dengan cara selembut-lembutnya, sampai sudah tidak bisa menarik nafas lagi.
  2. Tahan nafas dalam X hitungan (X bisa diganti angka sesuai kemauan kita).
  3. Keluarkan nafas secara perlahan-lahan, seperlahan kita mampu, sampai semua udara seudah kita keluarkan.
  4. Tahan nafas, sampai hitungan X (sama seperti item ke dua).
  5. Lakukan berulang-ulang (langkah no satu sampai no empat) sampai sampai kita merasa cukup.

Latihan duduk tegak sambil bernafas secara teratur ini bisa dilakukan kapan saja ada waktu. Lama kegiatan juga bisa bervariasi, yang penting harus dilakukan dengan hati yang riang dan suasana yang memungkinkan. Jangan sampai kegiatan kita ini malah mengganggu lingkungan sekitar kita.

Untuk mereka yang kesulitan tidur, cara bernafas saat kita duduk tegak ini juga bisa dipakai sebagai pembukaan tidur terbaik. Aku sudah berkali-kali mencoba tips susah tidur ini, bertahun-tahun malahan. Hanya posisi duduk kuganti dengan posisi berbaring, untuk yang beragama Islam, mungkin paling cocok dengan cara tidur menghadap ke kanan.

Pada saat sudah mengambil posisi tidur, maka pada langkah 3 (tiga), sambil mengeluarkan nafas, kita rasakan seluruh otot kita mengendor dan badan akan terasa terbenam dalam kasur. Semakin lama badan akan terasa semakin berat, seolah-olah tenggelam dalam kasur. Semalam aku mencoba cara ini, dimulai dari adzan Isya di Jogja dan sambil menunggu adzan Isya di Jakarta. Terakhir aku tersadar, masih kubaca bahwa ada notifikasi adzan 5 (lima) menit lagi, ketika aku tersadar ternyata sudah menjelnag tengah malam.

Amar makruf nahi munkar

Amar makruf nahi munkar

Untung sebelum tiduran tadi aku sempat minum dua gelas air putih, sehingga aku masih dibangunkan Allah untuk sholat Isya. Kebetulan juga sebelum tiduran, aku juga menyetel pengatur suhu dalam posisi maksimal, sehingga dingin udara kamar membuat keinginan ke kamar mandi lebih cepat terasa dan membangunkan aku.

Pendingin udara kumatikan dan usai sholat aku baru merasa, bahwa cara bernafas dengan benar telah banyak menolongku dalam hidup ini. Paling tidak membuatku lebih percaya diri, lebih fokus, maupun lebih cepat tidur. Ilmu bernafas ini hampir pasti selalu kuajarkan pada teman-temanku ketika aku memimpin acara renungan pagi dalam rangkaian character building atau pelatihan lainnya.

Yeni bersama kawan Jepun

Yeni bersama kawan Jepun

Pola hidup sehat harus mulai kulakukan sejak saat ini kalau aku ingin menjaga kesehatan jasmani maupun rochani. Minggu-minggu ini aku melakukan renovasi rumahku, antara lain dengan impian setiap bulan bisa kumpul bersama keluarga membahas sebuah hadits nabi yang ada di Riyadhus Shalihin atau di buku tarjih keluaran Muhammadiyah. Aku memang tidak punya dokumentasi tentang acara pengajian di rumahku, adanya cuma dokumentasi gowes di berbagai acara, tulisan ini semoga bisa jadi dokumentasi kesehatan versi bernafas.

mencari-kehangatan-bromo

mencari-kehangatan-bromo

Aku ingin seperti keluarga Medan yang setiap bulan bisa kumpul sama-sama untuk diskusi agama sambil mempererat silaturahmi. Suasana yang dulu sangat ramah pada Luluk dan Lita ketika masih kecil, itu adalah suasana religius ketika aku masih aktif di Waskita, ketika aku mulai aktif di Waskita AGS, suasana itu sudah lama tak terdengar. Semoga Tuhan mengabulkan doa ini. Aamiin YRA.

keakraban di warung

keakraban di warung

 

 

3 komentar

  • Ping-balik: Membusungkan dada | Blogger Goweser Jogja

  • Semoga selalu dijaga kesehatan oleh YME pak

    Disukai oleh 1 orang

    • Alhamdulillah mas Lintang Fajar.
      Salam sehati selalu !
      Terima kasih sudah mampir ….

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s