Fanny Gunawan legenda hidup balap sepeda

Bagus Gowes Fanny Gunawan

Saat upacara 17 Agustus 2015 di Goa Kiskendo, Fanny Gunawan legenda hidup balap sepeda Indonesia, turut hadir mengikuti acara gowes yang diprakarsai oleh para goweser Jogja utamanya Goweser dari Kulon Progo termasuk komunitas “Panic” Sentolo dan beberapa Goweser WSKT dari Jakarta.

Upacara 17-an ala Goweser ini direncanakan diadakan sesuai detik-detik proklamasi RI, tetapi beragamnya peserta membuat acara Gowes ini molor sampai lewat jam 11.00. Ada salah satu peserta Gowes yang baru beli sepeda untuk Gowes dan baru belajar bersepeda, tetap karena ketidak tahuannya tentang medan, maka dia ikut acara ini. Akibatnya dia sering naik kendaraan loading dibanding yang lainnya.

Srikandi Goa Kiskendo

Srikandi Goa Kiskendo

Hebatnya, beberapa peserta cewek justru sukses menaklukan tanjakan ekstrem di Goa Kiskendo, baik peserta dari Jogja maupun peserta dari Jakarta. Mungkin hal ini tidak perlu diherankan, karena peserta cewek dari Jakarta tersebut memang sudah terbiasa melahap tanjakan berat di berbagai medan. Bulan lalu, saat acara mudik ke Jogja, mereka juga menempuh rute Jakarta Jogja dalam waktu lima hari dan mungkin hal ini malah akan menjadi trend mudik tahun depan. Salah satu peserta dari Jakarta tersebut bahkan sudah pernah merasakan rute Amsterdam – Paris, 600 km, dalam waktu lima hari, mirip dengan acara gowes Jakarta Jogja.

Sambutan dari Goweser Jogja, yang ramah tamah, membuat para tamu ini sangat terkesan dan berencana untuk melakukan kegiatan bersama lagi entah kapan. Salah satu peserta yang paling terkesan adalah Fanny Gunawan legenda hidup balap sepeda Indonesia.

“Saya ingin berbagi ilmu bersepeda mas Eko, baik sepeda MTB (Mountain Bike) maupun sepeda RB (Road Bike), silahkan bergabung, nanti kita diskusi bersama tentang dunia sepeda”

Kalimat Fanny Gunawan ini berawal ketika dia melihat cara beberapa pesepeda Jogja mengayuh pedalnya dan ketika dia menyaksikan salah satu peserta yang mengalami kecelakaan ketika menuruni tanjakan curam, saat pulang dari Goa Kiskendo.

Kusuma nDaru memang Oke

Kusuma nDaru memang Oke

Mas Kusuma Ndaru, goweser Kulon Progo alumni Ekonomi UGM (?), juga memberi tahu perlunya teknik dasar bersepeda melihat cara bersepeda di jaman sekarang. Sayangnya waktu pelaksanaan acara yang molor membuat acara “sharing” dari mas Ndaru tidak jadi dilaksanakan.

Sore ini aku berkomunikasi dengan pak Hariyanta, dokter baik hati yang ikut melakukan perawatan pada salah satu korban kecelakaan bersepeda saat upacara 17-an di Goa Kiskendo. Kita bahas perlunya membagikan ilmu bersepeda dan ilmu kesehatan jantung pada para goweser yang ada di Jogja. Tempat yang direncanakan adalah di UC UGM atau di Pendopo Dokter Hendro yang kemarin juga ikut acara upacara 17-an di Goa Kiskendo.

Rofi penyapu Goa Kiskendo

Rofi penyapu Goa Kiskendo

Gayung bersambut dan sekarang tinggal mencari sukarelawan yang bersedia mengurusi terselenggaranya acara ini. Mas Fanny Gunawan akan dengan senang hati memberikan ilmunya, baik ilmu bersepeda maupun ilmu yang sedang ditekuninya, ilmu budi daya jamur sehat.

Tinggal mencari satu pembicara lagi yang bisa memadukan ilmu dari mas Fanny Gunawan sebagai pembalap dan ilmu kedokteran yang berhubungan dengan olah raga bersepeda. Banyak goweser yang punya hobi bersepeda di Jogja dan tinggal mencari dokter yang waktunya cocok saja, karena dari sisi kemampuan pasti sudah memenuhi kualifikasi yang diperlukan.

Dua hari di Jogja, mas Fanny Gunawan sudah melakukan banyak “sharing” tentang dunia sepeda maupun dunia non sepeda, nanti bila tanggal “sharing” tiba, maka kita akan mendengarakan “sharing” Fanny Gunawan tentang sepeda dalam sebuah kopdar gowes yang penuh warna. Kopdar akan dipenuhi dengan para pesepeda dari berbagai komunitas yang berhati nyaman karena dilakukan di Jogja dan bersuasana teduh karena akan dicari tempat yang mudah dijangkau oleh semua goweser dari berbagai komunitas di Jogja.

Bagus Gowes Fanny Gunawan

Bagus Gowes Fanny Gunawan

*update :
Ternyata acara sharing dilaksanakan di KM Nol Sentul dengan “coach” Marteen Nijlad dari Belanda.

8 komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s